Pembelian senjata Arab Saudi dari Amerika senilai Rp 35,5 T

by -65 Views

AS Resmi Setujui Penjualan Senjata ke Arab Saudi Senilai Rp 35,56 Triliun

Jakarta, CNBC Indonesia – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) secara resmi menyetujui penjualan senjata dengan perkiraan nilai mencapai US$ 1,96 miliar (Rp 35,56 triliun) ke Arab Saudi. Langkah ini diambil guna memperkuat sistem pertahanan udara kerajaan Teluk tersebut di tengah eskalasi perang yang kian memanas di wilayah Timur Tengah.

Mengutip laporan Reuters, persetujuan penjualan senjata berskala besar ini diumumkan langsung oleh pihak Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu waktu setempat. Kebijakan strategis ini bergulir tepat ketika Arab Saudi berada di ambang perang baru dengan kelompok Houthi Yaman yang didukung oleh Iran.

Situasi Terkini di Wilayah Timur Tengah

Perlu diketahui, Senin kelompok Houthi meluncurkan serangan rudal yang menyasar sebuah bandara di kota Abha, Arab Saudi bagian selatan. Aksi saling serang tersebut dipicu oleh langkah pemerintah Yaman yang menggempur bandara Sanaa untuk mengalihkan penerbangan yang baru kembali dari pemakaman pemimpin tertinggi Iran, yang saat itu membawa delegasi Houthi di dalamnya.

Houthi langsung menuduh Riyadh sebagai pihak yang bertanggung jawab dibelakangnya. Di sisi lain, situasi geopolitik kian membara lantaran AS juga terus meningkatkan gelombang serangan ke Iran setelah kembali memberlakukan blokade laut seiring kembalinya kedua musuh bebuyutan itu ke medan perang.

Washington menegaskan bahwa pengiriman pasokan persenjataan ke Riyadh tidak akan mengganggu kesiapan militer domestik mereka. Langkah ini murni diambil untuk memperkuat kemitraan strategis AS di kawasan Teluk.

Peningkatan Kemampuan Pertahanan Arab Saudi

Di antara berbagai jenis persenjataan yang diincar oleh pihak Arab Saudi, terdapat hingga 20.000 unit Advanced Precision Kill Weapon Systems beserta hulu ledaknya. Berdasarkan deskripsi dari situs resmi Angkatan Laut AS, sistem persenjataan ini dikenal sebagai metode berbiaya murah untuk menghancurkan target sekaligus membatasi dampak kerusakan tambahan dalam pertempuran jarak dekat.

“Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk menangkal ancaman saat ini dan masa depan dengan memperkuat pertahanan tanah airnya, dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan AS, serta pasukan regional dan NATO lainnya,” tambah lembaga itu.

Tidak akan ada dampak buruk pada kesiapan pertahanan AS sebagai akibat dari usulan penjualan ini.

Source link