Haissem Hassan: Pewaris Nama Besar yang Menjanjikan Masa Depan Timnas Mesir
JAKARTA – Piala Dunia 2026 meninggalkan luka mendalam bagi Timnas Mesir setelah kekalahan dramatis dari Argentina pada babak 16 besar. Namun di tengah sorotan kontroversi wasit, muncul satu cerita yang layak mendapat perhatian, yaitu kemunculan sosok baru berpotensi meneruskan tradisi kejayaan Pasukan Firaun, Haissem Hassan.
Potensi Bintang Muda
Haissem, pemain berusia 24 tahun, mungkin belum sepopuler Mohamed Salah. Namun, penampilannya kontra Argentina menggambarkan mengapa dia menjadi sorotan sejak diikutsertakan dalam skuad Mesir beberapa bulan sebelum Piala Dunia.
Lebih dari sekadar pemain baru, Haissem membawa nama keluarga yang sarat makna dalam sejarah sepak bola Mesir: Hassan. Nama tersebut identik dengan kejayaan sepak bola Mesir melalui Ahmad Hassan, Hossam Hassan, dan Ibrahim Hassan.
Melangkah di Jejak Keluarga
Lahir di Prancis pada 8 Februari 2002, Haissem awalnya membela Timnas Prancis di level junior sebelum memutuskan untuk memperkuat Timnas Mesir pada Maret 2026. Debutnya terhambat karena proses peralihan federasi, tetapi kemunculannya kontra Argentina menjadi sorotan.
Dengan kecepatan, skill dribbling, dan keberanian menyerang, Haissem membuat pertahanan Argentina kewalahan. Meski cedera ringan mengakhiri penampilannya, dia berhasil menciptakan peluang dan menggiring bola dengan gemilang.
Sebagai kandidat pengganti Salah, Haissem menawarkan harapan baru bagi Timnas Mesir. Pengalamannya di Eropa dan karakter permainannya menjadikannya sebagai potensi penerus yang menjanjikan.
Turnamen Piala Dunia 2026 mungkin meninggalkan kekecewaan bagi Mesir, namun melalui penampilan Haissem Hassan, harapan baru mulai muncul. Dengan potensi dan bakatnya, Haissem siap melanjutkan warisan kejayaan sepak bola Mesir ke masa depan yang cerah.



