Iran-AS Konflik Nuklir, Netanyahu Mencari Keuntungan

by -49 Views



Hubungan AS dan Iran Saling Lepas Tuding, Jalur <a href="https://beritaterpopuler.co/2026/07/18/perang-as-iran-target-baru-muncul-dunia-berpotensi-lumpuh/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Selat Hormuz</a> Terbuka Kembali

Hubungan AS dan Iran Saling Lepas Tuding, Jalur Selat Hormuz Terbuka Kembali

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah perselisihan terkait inspeksi situs nuklir oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kedua negara saling lempar tuding, menciptakan ketidakpastian baru yang mengintai upaya pembukaan jalur pelayaran global di Selat Hormuz.

Inspeksi Site Nuklir

Perselisihan antara Iran dan AS berkobar saat Menteri Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa inspeksi PBB tidak dijadwalkan untuk situs pengayaan nuklir yang pernah diserang oleh militer AS tahun lalu. Hal ini langsung memunculkan polemik setelah pernyataan sebelumnya dari Wakil Presiden AS, JD Vance.

Rencana Evakuasi di Selat Hormuz

Sementara itu, untuk mengatasi kebuntuan politik, sekitar 11.000 awak kapal yang terdampar di Selat Hormuz akan dievakuasi melalui rencana darurat yang disusun melalui kerja sama lintas negara. Selat Hormuz sebelumnya diblokir oleh militer Iran setelah terjadinya konflik pada akhir Februari.

Kerja sama ini dinilai sebagai angin segar bagi industri logistik global dan asuransi laut. Meskipun demikian, situasi masih rapuh, terutama setelah peringatan Iran akan menutup selat akibat eskalasi pertempuran di Lebanon.

Presiden Iran Kunjungi Pakistan

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan kunjungan luar negeri pertamanya sejak perang pecah, dengan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari. Mereka membicarakan perdamaian wilayah dan kerja sama ekonomi.

Klaim Iran soal Perdamaian

Dari perundingan di Swiss, Iran menyatakan pembentukan kelompok kerja khusus untuk draf perdamaian permanen. Namun, situasi tetap rawan pecah perang, terutama setelah aksi militer Israel di Lebanon. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan kesiapannya untuk bertindak, tanpa terikat kesepakatan luar.

Di tengah semua kerja sama dan pernyataan, masyarakat Lebanon memilih untuk percaya pada peran Iran dalam perjuangan mereka. Mereka kembali ke Lebanon Selatan dengan harapan kemenangan dan kedamaian.

(tps/luc)

Source link