Tips Niat Puasa Muharam dan Tata Caranya

by -40 Views

Kepopuleran Puasa Muharam di Tahun 1448 H

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengumumkan bahwa tahun baru Islam 1 Muharram 1448 H akan jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Pengumuman ini tercantum dalam Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H yang ditandatangani oleh Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur pada Senin, 14 Juni 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman NU Online, penetapan ini didasari oleh kondisi hilal yang tidak teramati di seluruh Indonesia pada Senin Pon, 29 Dzulhijjah 1447 H atau 15 Juni 2026. Dengan penetapan tanggal 17 Juni, maka warga NU yang ingin menjalankan puasa sunah di bulan Muharam bisa memulainya esok hari Rabu Kliwon.

Keutamaan dan Tata Cara Puasa Muharam

Puasa Muharam merupakan puasa yang lebih utama daripada puasa bulan Sya’ban yang sering dipuasa oleh Nabi Muhammad saw. Beliau menyatakan, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR Muslim).

Hukum mengenai puasa Muharram sendiri adalah sunnah. Adapun niat puasa Muharam bisa dibaca dengan lafadz, “نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلَّهِ تَعَالَى” yang artinya “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.”

Tata Cara Puasa Muharam

Puasa Muharram dilakukan seperti puasa Ramadan, yaitu dengan niat, menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalankan puasa Muharam antara lain:

  • Niat puasa Muharam.
  • Makan sahur.
  • Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan tindakan lain yang dapat membatalkannya.
  • Berbuka puasa saat tiba waktu Maghrib.

Source link