Crystal Palace Raih Trofi Eropa Pertama di UEFA Conference League
Klub sepakbola Crystal Palace menutup musim dengan sangat mengesankan setelah meraih trofi Eropa pertama dalam sejarah klub. Mereka berhasil mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor tipis 1-0 pada final UEFA Conference League yang digelar pada Rabu, 28 Mei 2026 waktu setempat. Pahlawan kemenangan Palace adalah striker Jean-Philippe Mateta yang mencetak gol tunggal pada menit ke-51.
Perjalanan Dramatis Menuju Kejayaan
Momen kemenangan Palace ini terasa semakin luar biasa karena Mateta hampir meninggalkan klub pada bursa transfer Januari lalu. Namun, kegagalan transfer tersebut berbalik menjadi berkah ketika ia menjadi tokoh utama dalam final yang bersejarah ini. Mateta sendiri mengungkapkan perasaannya setelah pertandingan sebagai sesuatu yang tidak terlukiskan dengan kata-kata.
Keberhasilan Setelah Protes dan Kontroversi
Crystal Palace mengalami perjalanan yang penuh teka-teki dan kontroversi sepanjang musim ini. Awal musim, klub bersitegang dengan UEFA terkait perselisihan aturan kepemilikan klub yang membuat mereka tidak bisa tampil di Liga Europa. Namun, akhirnya, Palace turun kasta ke UEFA Conference League dan melewati berbagai rintangan hingga meraih trofi bergengsi ini. Kemenangan dalam final juga memastikan Palace kembali ke Liga Europa musim depan.
Peran pelatih Oliver Glasner dalam kesuksesan ini tak bisa diabaikan. Glasner sendiri akan meninggalkan klub setelah kontraknya habis, tetapi ia berhasil mempersembahkan trofi terbesar bagi Palace sebelum berpisah dari klub London Selatan tersebut.
Dominasi Klub Inggris di Kompetisi Eropa
Kemenangan Palace juga menegaskan dominasi klub-klub Inggris di kancah Eropa musim ini. Sebelumnya, Aston Villa sukses juara Liga Europa, sementara Arsenal masih akan bersaing di final Liga Champions dengan Paris Saint-Germain. Crystal Palace menjadi klub Inggris ketiga yang meraih trofi UEFA Conference League setelah West Ham United dan Chelsea.
Final Ketat dan Efektif
Pertandingan final antara Crystal Palace dan Rayo Vallecano berlangsung ketat. Meskipun babak pertama minim peluang, Palace akhirnya sukses mencetak gol di babak kedua melalui aksi Mateta yang bermanfaat dari kesalahan kiper lawan. Meskipun tendangan bebas Yeremy Pino hampir menggandakan keunggulan Palace, yang membentur tiang gawang, Palace mampu mempertahankan skor hingga akhir.
Bagi Rayo Vallecano, kekalahan ini menjadi pukulan emosional karena ini adalah final besar pertama dalam sejarah klub tersebut. Namun, bagi Crystal Palace, malam itu akan selalu dikenang sebagai salah satu momen puncak dalam sejarah panjang klub.




