Momen Emosional di Balik Pengumuman Skuad Piala Dunia AS 2026
Jakarta – Sejumlah pemain Amerika Serikat merasakan momen yang penuh tekanan dan kecemasan beberapa detik sebelum nama mereka dipastikan masuk skuad Piala Dunia. Bek senior Tim Ream, yang berusia 38 tahun, nyaris tak bisa menahan perasaan gugupnya sebelum menerima kabar resmi.
Kisah Bek Senior Tim Ream
Ream sedang dalam perjalanan meninggalkan pusat latihan sambil membawa sekotak boneka bobblehead untuk anak-anaknya ketika ponselnya tiba-tiba ramai dengan notifikasi. “WhatsApp saya tiba-tiba ramai,” ujarnya menggambarkan momen tersebut, Rabu (27/5/2026).
Pesan yang diterimanya berasal dari grup pemain tim nasional Amerika Serikat. Manajer administrasi tim, Sam Zapata, membagikan video khusus kepada para pemain yang terpilih masuk skuad Piala Dunia 2026.
Dalam video tersebut, pelatih Mauricio Pochettino memberikan kabar langsung kepada para pemain yang terpilih. “Jika kalian menonton video ini, berarti kalian masuk skuad. Saya sangat senang menyampaikan bahwa kalian akan tampil di Piala Dunia 2026, turnamen yang akan kalian selenggarakan di rumah sendiri,” ungkap Pochettino.
Bagi Ream, momen tersebut begitu emosional hingga ia berhenti melangkah untuk sejenak menyadari apa yang ia terima.
Beragam Reaksi
Sejumlah pemain lainnya juga mengalami momen yang tak terlupakan. Ada yang merasa gugup namun ada pula yang merasa lega dan bahagia. Beberapa pemain, seperti Gio Reyna, Sebastian Berhalter, dan Alejandro Zendejas, juga dipanggil untuk bergabung dalam skuad Piala Dunia 2026.
Namun, tidak semua pemain beruntung mendapat kabar positif. Gelandang Diego Luna serta Tanner Tessmann harus tersingkir dari daftar akhir skuad.
Pengumuman Skuad di Atap Pier 17
Amerika Serikat memilih cara yang berbeda untuk memperkenalkan skuadnya. Mereka menggelar acara khusus di atap Pier 17 kawasan South Street Seaport, New York, dengan latar belakang Jembatan Brooklyn. Masing-masing pemain dipanggil berdasarkan nomor punggung yang telah ditentukan oleh manajer perlengkapan tim.
Sorotan juga tertuju pada bintang utama Amerika Serikat, Christian Pulisic. Sebagai motor permainan tim, Pulisic menegaskan bahwa tekanan yang dirasakan skuad hanyalah cerminan dari ambisi mereka yang besar.
“Kami sangat menginginkan ini. Jika Anda tidak sedikit gugup, berarti Anda tidak terlalu peduli. Kami sangat peduli,” tegas Pulisic.




