Krisis di Negara Chaos: Perang Saudara Pecah Setelah Masa Jabatan Presiden Diperpanjang

by -56 Views

Situasi Memanas di Mogadishu: Bentrokan Pemerintah & Oposisi

Jakarta, CNBC Indonesia – Kerusuhan pecah di ibu kota Somalia, Mogadishu, antara pasukan pemerintah dan kelompok milisi yang bersekutu dengan oposisi pada Kamis (4/6/2026) pagi. Bentrokan tersebut merusak properti, membakar kendaraan lapis baja, melukai warga sipil, dan memaksa sebagian penduduk untuk mengungsi.

Kisah Berdarah di Jalanan Mogadishu

Gelombang kekerasan ini memuncak menjelang demonstrasi besar menentang keputusan Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, untuk memperpanjang masa jabatannya setelah habisnya masa jabatan bulan lalu. Ketegangan meningkat setelah parlemen menyetujui perubahan konstitusi yang memungkinkan Mohamud memperpanjang masa jabatannya selama satu tahun dan menunda pemilu.

Bentrokan dimulai Rabu sore dan berlanjut hingga Kamis pagi di distrik Howlwadag dan Abdiasis di Mogadishu. Pasukan pemerintah secara massif dikerahkan menanggapi milisi oposisi yang mendukung tokoh-tokoh politik. Mantan Presiden Somalia, Sharif Sheikh Ahmed, mengakui kediamannya diserang pasukan pemerintah, menuduh tindakan tidak sah dalam perubahan konstitusi yang dilakukan.

Kesaksian Mencekam dari Lokasi Kejadian

Ahmed Ismail, seorang warga setempat, mengungkapkan situasi mencekam saat mortir dan senjata lain meluncur di pemukiman. Warga sipil menjadi korban di tengah konflik antara kedua pihak, sementara milisi berhasil membakar kendaraan militer. Somalia, yang terus menderita konflik bersenjata selama tiga dekade, kembali terseret dalam kekacauan politik.

Kedutaan Besar AS di Mogadishu mengutuk kekerasan tersebut sebagai tindakan sembrono. Amnesty International dan Human Rights Watch menekankan perlunya dialog untuk menyelesaikan ketegangan politik dan menghindari korban lebih lanjut di Somalia.

Source link