Iran Mengancam, Trump Angkat Tangan: Tak Peduli Lagi

by -58 Views

Trump Akhirnya Angkat Tangan Soal Iran

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan sikap yang makin tidak sabar terhadap proses negosiasi dengan Iran. Di tengah ketidakpastian nasib perundingan damai dan ancaman Teheran untuk menutup total Selat Hormuz, Trump bahkan secara terbuka menyatakan dirinya tidak peduli jika pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Pernyataan itu muncul saat ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat akibat operasi militer Israel di Lebanon terhadap Hizbullah, kelompok yang didukung Iran. Situasi tersebut memicu laporan bahwa Iran mempertimbangkan menghentikan dialog dengan Washington sekaligus memperketat blokade di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Iran Dikabarkan Hentikan Negosiasi

Komentar Trump muncul setelah laporan yang beredar pada Senin menyebut para negosiator Iran akan menghentikan pembicaraan dengan AS. Langkah itu disebut sebagai respons terhadap operasi militer Israel di Lebanon yang terus diperluas, khususnya terhadap Hezbollah yang selama ini menjadi sekutu utama Teheran di kawasan.

Selain menghentikan perundingan, laporan tersebut juga menyebut Iran berencana “menutup sepenuhnya” Selat Hormuz.

Ketegangan Israel-Hizbullah

Beberapa jam setelah wawancara tersebut, Trump mengunggah pernyataan melalui Truth Social yang mengindikasikan adanya perkembangan positif terkait konflik Israel dan Hizbullah. Trump mengatakan dirinya telah melakukan pembicaraan yang sangat produktif dengan Netanyahu. Ia mengeklaim bahwa tidak akan ada pengerahan pasukan menuju Beirut.

Sementara itu, dalam unggahan terpisah, Trump tetap menunjukkan optimisme terhadap jalur diplomasi dengan Iran.

Namun pernyataan Trump tidak sepenuhnya sejalan dengan sikap pemerintah Israel. Dalam unggahan di platform X pada Senin malam, Netanyahu menegaskan dirinya telah menyampaikan langsung kepada Trump bahwa Israel tetap siap meningkatkan operasi militernya apabila serangan Hezbollah berlanjut.

Ketika ditanya mengenai lonjakan harga minyak akibat ancaman Iran terhadap Selat Hormuz, Trump menunjukkan sikap yang relatif santai.

Nasib Perundingan

Trump sudah menunjukkan bahwa dirinya tidak memiliki urgensi besar untuk segera menghidupkan kembali negosiasi yang macet.

Menurutnya, jika pembicaraan berakhir maka hal itu bukan masalah besar. Trump kembali mengulangi kritiknya terhadap proses diplomasi yang menurutnya berjalan terlalu lambat.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyinggung peran sekutu-sekutu AS di NATO. Dia menilai negara-negara NATO seharusnya ikut membantu. Namun saat ditanya apakah dirinya telah meminta NATO ikut serta dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz, Trump memberikan jawaban yang menunjukkan keraguan.

Presiden AS itu juga melontarkan kritik keras terhadap sikap aliansi militer Barat tersebut.

Source link