Gempa Terbesar ke-2 di RI: M6,3 Guncang Yogyakarta, 6.234 Orang Tewas

by -49 Views

Kisah Tragis Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Lewat kisah ini, CNBC Insight diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

Tragedi Gempa Yogyakarta 2006

Pagi itu, Ningsih sudah terjaga sebelum matahari benar-benar muncul di ufuk timur. Namun karena kuliah baru dimulai pukul tujuh, mahasiswa semester akhir itu memilih bersantai sejenak di atas kasur. Namun, guncangan hebat pada pukul 05.54 WIB mengubah segalanya.

Lewat ingatannya, Ningsih kembali menghadirkan kisah mengerikan gempa Yogyakarta 20 tahun lalu. Guncangan yang memuncak dalam kepanikan massal penduduk sekitar akibat isu tsunami yang mengegerkan.

Isu Tsunami dan Kepanikan Massal

Masyarakat dalam trauma pasca-tsunami Aceh dua tahun sebelumnya, dengan cepat mempercayai isu tsunami Yogyakarta tanpa konfirmasi resmi. Kepanikan menyebar tanpa henti, menyebabkan ribuan warga berhamburan meninggalkan tempat tinggal demi keselamatan.

Ningsih menjadi saksi panik di jalanan, melihat mobil kecil dipadati hingga 12 orang karena ketakutan akan tsunami. Bersama penghuni kos lainnya, Ningsih terpaksa meninggalkan kosnya dan berlari hingga kilometer jauhnya.

Penjelasan Ilmiah di Balik Gempa

Setelah gempa utama pada 27 Mei 2006, wilayah Yogyakarta dilanda ratusan gempa susulan. Menurut penelitian, gempa Magnitudo 6,3 ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Opak dan tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Dampak bencana gempa ini sangat besar, menelan korban jiwa hingga 6.234 orang dan ribuan luka. Kerusakan fisik tak kalah massif, dengan lebih dari 109.000 bangunan rusak parah hingga hancur.

Source link