Ernest Prakasa Buka Suara: Benarkah Ada Monopoli Layar Bioskop?

by -62 Views

Ernest Prakasa Ungkap Realitas Industri Film Indonesia

Jakarta: Ernest Prakasa memberikan tanggapan pedas terkait dugaan monopoli layar bioskop yang belakangan ramai diperbincangkan. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyoroti kurang pemahaman banyak orang terhadap realitas industri perfilman Tanah Air.

Analogi Unik dari Ernest Prakasa

Ernest memberikan analogi menarik dengan mengibaratkan bioskop seperti warung dengan rak yang terbatas. Dalam kondisi tersebut, pemilihan film harus cermat agar dapat menghasilkan penjualan tiket sebanyak mungkin. Hal ini dikarenakan biaya operasional bioskop yang sangat tinggi, sehingga film yang dipilih harus memiliki potensi besar untuk laku di pasaran.

“Bioskop tujuan utamanya adalah bagaimana layar yang terbatas ini bisa menghasilkan tiket sebanyak mungkin. Karena mahal, Bro,” jelas Ernest.

Reputasi dan Dana Promosi

Ernest menjelaskan bahwa rumah produksi besar atau sineas ternama biasanya mendapatkan slot layar lebih sering karena faktor reputasi dan besarnya dana promosi. Reputasi yang telah dibangun selama ini membuat masyarakat percaya pada kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu, alokasi dana promosi yang besar juga memengaruhi penentuan slot layar di bioskop.

Meski demikian, Ernest memberikan contoh bahwa film dengan anggaran promosi kecil pun bisa sukses besar di pasaran. Meskipun kasus seperti itu jarang terjadi, namun tetap menjadi anomali yang menarik.

Sistem Kapitalisme Pasar

Menurut Ernest, sistem penentuan slot layar ini bukanlah karena praktik curang, melainkan merupakan cermin dari sistem kapitalisme yang berjalan sesuai hukum pasar. Meski demikian, ia berharap agar film dari label independen juga mendapatkan kesempatan yang sama dalam persaingan di bioskop.

“Sistem ideal adalah ketika bioskop fokus pada kualitas film, bukan sekadar nama besar rumah produksi atau dana promosi,” tutur Ernest.

Isu monopoli layar bioskop sendiri mencuat setelah produser Nicki R.V. menyuarakan keluhannya ke DPR RI terkait ketidakadilan kuota tayang yang dialami produser film independen. Nicki menuntut agar ekosistem perfilman lebih sehat dan adil bagi semua pihak.

Source link