Tren Cat Ramah Lingkungan Water-Based dalam Arsitektur

by -49 Views

Tren Cat Ramah Lingkungan Water-Based dalam Arsitektur

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap bangunan hijau, Propan Raya kembali menegaskan posisinya lewat kehadiran di ARCH:ID 2026. Pameran arsitektur terbesar di Indonesia itu berlangsung pada 23 hingga 26 April 2026 di ICE BSD, Jakarta, dan menjadi ruang pertemuan penting bagi arsitek, desainer interior, serta pelaku industri kreatif untuk melihat arah baru dunia desain dan konstruksi.

Kehadiran Propan Raya di ajang tersebut bukan sekadar partisipasi rutin. Perusahaan ini membawa pesan yang semakin relevan di industri bahan bangunan: masa depan arsitektur tak lagi hanya bicara soal estetika dan kekuatan, tetapi juga soal dampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Melalui tema “Propan Green Coatings for Sustainable Architecture”, Propan menampilkan bagaimana inovasi pelapis bangunan dapat bergerak ke arah yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan.

Fokus pada Peralihan ke Produk Water-Based

Sejak 2011, Propan Raya konsisten mengembangkan dukungan untuk bangunan hijau di Indonesia. Dalam pameran ini, fokus utama yang dibawa adalah transisi dari produk berbahan dasar solvent ke produk berbahan dasar air atau water-based. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya perusahaan untuk menghadirkan solusi yang lebih ramah lingkungan sekaligus lebih aman bagi kesehatan pengguna maupun penghuni bangunan.

Perubahan arah ini juga memperlihatkan bagaimana industri cat dan pelapis mulai menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Produk berbasis air kini tidak lagi dipandang sebagai alternatif semata, melainkan sebagai pilihan strategis untuk proyek-proyek yang mengutamakan standar keberlanjutan. Dalam konteks arsitektur modern, hal ini menjadi nilai tambah karena kebutuhan terhadap material yang rendah emisi dan mendukung kualitas ruang semakin tinggi.

Pesan Lingkungan Dibawa Lewat Kampanye Publik

Melalui kampanye “Go to Water Based, Save the Planet”, Propan Raya mengajak pengunjung ARCH:ID 2026 untuk melihat bahwa keputusan memilih pelapis bangunan tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab lingkungan. Kampanye ini menjadi jembatan antara inovasi produk dan edukasi publik, terutama bagi para profesional yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pembangunan ruang.

ARCH:ID 2026 sendiri dibuka oleh Dody Hanggodo dan Teuku Riefky Harsya. Dalam pembukaan tersebut, pemerintah kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara industri dan pelaku kreatif untuk mendorong pembangunan berkelanjutan serta memperkuat daya saing industri nasional. Pesan itu sejalan dengan arah yang dibawa Propan, yakni membangun ekosistem industri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga bertanggung jawab.

Booth yang Ramai Dikunjungi Arsitek dan Desainer

Selama pameran berlangsung, booth Propan disebut menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Minat besar datang dari kalangan arsitek dan desainer interior yang ingin melihat langsung perkembangan produk ramah lingkungan yang tetap mengedepankan performa tinggi. Di tengah persaingan industri bahan bangunan, respons ini menunjukkan bahwa isu keberlanjutan kini benar-benar masuk ke pertimbangan utama para profesional.

Sejumlah produk unggulan dipamerkan, antara lain WB PU Hygiene Wood, WB PU Color Multipurpose, WB Epoxy Floor, WB Multipox, WB Cerakote, WB Epoxy Primer, Aqua Primtop DTM, dan Decowall. Deretan produk tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan berbagai aplikasi, mulai dari permukaan kayu, lantai, primer, hingga finishing dekoratif, tanpa meninggalkan prinsip ramah lingkungan yang menjadi fokus utama.

Di balik tampilan produk-produk itu, Propan Raya memperlihatkan satu pesan yang cukup jelas: inovasi di sektor pelapis bangunan tidak harus mengorbankan kesehatan dan keberlanjutan. Justru, keduanya bisa berjalan beriringan jika industri berani bertransformasi dan menjawab kebutuhan pasar yang kian sadar lingkungan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.