Lonjakan harga kartu Pokémon di pasar kolektor kini membawa dampak yang jauh lebih serius dari sekadar tren hobi. Di Inggris, sejumlah toko kartu dilaporkan menjadi sasaran perampokan dengan pola yang sama: pelaku merusak toko untuk mengambil stok kartu bernilai tinggi. Fenomena ini membuat bisnis kecil yang selama ini hidup dari komunitas kolektor justru harus berhadapan dengan risiko keamanan yang makin besar.
Salah satu toko yang ikut terdampak adalah Celestial Collectables di Warrington, Cheshire. Namun kasus serupa tidak berhenti di sana. Insiden dengan modus yang mirip juga dilaporkan terjadi di Rugby, Bristol, Bournemouth, Peterborough, dan Nottingham. Bagi para pemilik toko, kerugian yang ditinggalkan bukan lagi hitungan kecil. Nilai barang yang hilang dari rangkaian perampokan itu disebut mencapai puluhan ribu pound sterling.
Harga yang naik, risiko yang ikut membesar
Kartu Pokémon sebenarnya sudah lama menjadi barang koleksi, hampir selama tiga dekade. Tetapi sejak pandemi COVID-19, minat terhadap kartu ini meningkat tajam, terutama lewat perdagangan online. Di tengah ledakan minat itu, sejumlah kartu langka terdorong ke level harga yang membuatnya makin menarik, bukan hanya bagi kolektor, tetapi juga bagi pelaku kejahatan yang melihat peluang cepat untuk mendapatkan uang.
Dalam sebuah lelang terbaru yang digelar rumah lelang spesialis Stanley Gibbons Baldwins, lebih dari £1,5 juta aset Pokémon berpindah tangan. Angka itu menunjukkan betapa besar pasar yang kini terbentuk di seputar kartu-kartu koleksi tersebut. Meski sebagian besar kartu tidak memiliki nilai tinggi, segelintir kartu langka bisa dibanderol sangat mahal dan menjadi incaran utama pembeli dengan modal besar.
Salah satu contoh paling mencolok adalah penjualan kartu Pikachu ultra-langka milik Logan Paul yang mencapai $16,5 juta atau sekitar £12 juta. Nilai setinggi itu ikut memperkuat persepsi bahwa kartu Pokémon bukan lagi sekadar mainan masa kecil, melainkan aset koleksi yang bisa diperdagangkan dengan harga fantastis.
Perampokan toko kartu menyebar di berbagai kota
Di tengah pasar yang terus memanas, kepolisian Cheshire kini bekerja sama dengan aparat dari berbagai wilayah di Inggris untuk menangani kasus yang disebut semakin meluas. Pola kejahatannya membuat banyak pemilik toko waswas, karena sasaran para pelaku bukan hanya barang dagangan, tetapi juga rasa aman yang menjadi fondasi usaha mereka.
Kasus-kasus ini memperlihatkan bagaimana perubahan nilai sebuah barang koleksi bisa menciptakan dampak yang tidak terduga. Toko yang semula mengandalkan transaksi komunitas dan penggemar kini harus memikirkan perlindungan ekstra, mulai dari penyimpanan barang hingga pengamanan fisik tempat usaha. Bagi bisnis seperti Celestial Collectables, kerugian bukan hanya datang dari barang yang hilang, tetapi juga dari gangguan operasional dan kekhawatiran akan serangan berikutnya.
Pencuri melihat peluang yang lebih mudah
Pakar kartu koleksi di Stanley Gibbons Baldwins, Roy Raftery, menilai sebagian pencuri mulai melirik kartu Pokémon karena memahami potensi keuntungannya yang besar. Menurut dia, ada anggapan bahwa merampok kartu Pokémon terasa lebih mudah dibanding menyasar bank atau toko perhiasan. Cara pandang itulah yang membuat kartu koleksi kini masuk dalam radar kejahatan yang lebih terorganisir maupun oportunistis.
Perkembangan ini menandai pergeseran yang cukup tajam dalam dunia koleksi. Barang yang dulu identik dengan nostalgia dan hobi keluarga kini ikut masuk ke ranah kriminal karena nilainya melonjak terlalu cepat. Selama harga tetap tinggi dan permintaan terus hidup, toko-toko kartu di Inggris tampaknya masih harus berjaga menghadapi ancaman yang tidak biasa ini.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





