Honor MouseBuds Pro: Saat Sebuah Mouse Juga Menyimpan TWS di Punggungnya
Di tengah pasar aksesori yang sering terasa seragam, Honor mencoba keluar jalur dengan produk yang sulit diabaikan: Honor MouseBuds Pro. Ini bukan sekadar mouse nirkabel biasa, melainkan perangkat 2-in-1 yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekaligus pengisi daya untuk earbuds TWS. Konsepnya terdengar nyeleneh, tetapi justru di situlah daya tariknya. Honor seperti ingin mengatakan bahwa perangkat kerja harian tidak harus berdiri sendiri-sendiri.
Sebelumnya, produk ini lebih dulu hadir di China dengan nama Select Yuewo Wireless Ear Mouse Pro. Kini, Honor membawanya ke pasar global dengan identitas yang lebih sederhana namun tetap mencolok. Bagi pengguna yang kerap berpindah tempat kerja, sering bepergian, atau sekadar ingin mengurangi jumlah barang di tas, kombinasi mouse dan earbuds dalam satu perangkat bisa terasa jauh lebih masuk akal daripada yang dibayangkan di awal.
Desain 2-in-1 yang Tidak Hanya Unik, tapi Juga Fungsional
Keunikan utama Honor MouseBuds Pro ada pada cara Honor menyatukan dua perangkat yang biasanya dipisah. Bagian punggung mouse dirancang sebagai rumah untuk earbuds TWS. Saat tidak digunakan, earbuds bisa disimpan di sana sekaligus diisi dayanya. Dengan begitu, pengguna tidak perlu lagi membawa casing tambahan untuk earbuds terpisah. Satu perangkat, dua fungsi, dan satu sumber daya yang lebih ringkas.
Konsep ini jelas menyasar mereka yang mengutamakan kepraktisan. Dalam situasi kerja mobile, setiap ruang di tas punya nilai. Mouse biasanya wajib dibawa, sementara earbuds juga sering jadi perangkat harian yang tak kalah penting. Honor mencoba menyatukan kebutuhan itu dalam satu bentuk yang tidak menuntut pengguna menambah barang bawaan baru. Dari sisi ide, pendekatan ini terasa lebih relevan dibanding sekadar gimmick, karena benar-benar menyentuh kebiasaan penggunaan sehari-hari.
Menariknya lagi, ketika mouse terhubung ke perangkat lain via Bluetooth, earbuds di dalamnya juga ikut tersambung secara otomatis. Artinya, proses pairing tidak perlu dilakukan dua kali. Bagi pengguna yang sering terganggu oleh urusan koneksi perangkat nirkabel, detail kecil seperti ini justru bisa menjadi pembeda yang terasa nyata. Honor tampaknya memahami bahwa kenyamanan bukan hanya soal spesifikasi, tetapi juga soal seberapa sedikit langkah yang harus dilakukan pengguna.
Earbuds Semi In-Ear dengan ANC untuk Penggunaan Harian
Bagian TWS pada Honor MouseBuds Pro memakai desain semi in-ear tanpa eartips silikon. Model seperti ini biasanya dipilih untuk memberikan rasa pakai yang lebih ringan dan tidak terlalu menekan liang telinga. Untuk penggunaan dalam durasi lama, desain semacam ini memang sering lebih nyaman bagi sebagian orang, terutama mereka yang tidak cocok dengan model in-ear penuh.
Meski tampil lebih sederhana, earbuds ini tetap dibekali fitur active noise cancelling (ANC). Kehadiran ANC di perangkat seperti ini memberi nilai tambah yang cukup menarik, karena pengguna bisa mengandalkannya untuk meredam suara sekitar saat bekerja, mendengarkan musik, atau menerima panggilan di ruang yang tidak terlalu tenang. Kombinasi antara bentuk yang ringan dan fitur peredam bising membuat earbuds ini tidak sekadar pelengkap dari mouse, melainkan bagian penting dari keseluruhan paket.
Honor memang tidak menjual MouseBuds Pro sebagai earbuds premium yang berdiri sendiri. Namun, untuk perangkat yang lebih menonjolkan efisiensi dan mobilitas, kehadiran ANC tetap menjadi fitur yang pantas diperhitungkan. Ini menunjukkan bahwa Honor tidak hanya bermain di sisi desain unik, tetapi juga mencoba menjaga fungsi audio agar tetap relevan bagi pengguna modern.
Spesifikasi Mouse: 1200 DPI, Klik Senyap, dan Baterai Besar
Jika dilihat dari sisi mouse-nya, Honor MouseBuds Pro tetap membawa spesifikasi yang cukup meyakinkan untuk penggunaan harian. Perangkat ini menggunakan sensor optik 1200 DPI, angka yang umumnya sudah memadai untuk pekerjaan kantor, navigasi umum, hingga penggunaan di laptop saat bepergian. Presisinya tidak diarahkan untuk kebutuhan ekstrem, tetapi lebih pada keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi.
Honor juga membekali mouse ini dengan switch klik tipe silent. Fitur ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru sangat berguna di lingkungan kerja yang tenang, seperti ruang rapat, perpustakaan, atau saat bekerja malam hari. Klik yang lebih senyap membuat perangkat ini terasa lebih sopan digunakan di berbagai situasi tanpa mengganggu orang di sekitar.
Dari sisi ketahanan, switch pada mouse ini diklaim memiliki daya tahan hingga 5 juta klik. Angka tersebut memang bukan yang paling tinggi di kelasnya, tetapi tetap menunjukkan bahwa Honor tidak mengorbankan durabilitas demi desain yang tidak biasa. Di bagian daya, mouse ini dibekali baterai 1.000 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 30 hari. Untuk pengguna yang tidak ingin terlalu sering mengisi daya, klaim ini tentu terdengar cukup menarik.
Kapasitas baterai sebesar itu juga masuk akal jika melihat peran ganda perangkat ini. Mouse bukan hanya menjalankan fungsinya sendiri, tetapi juga menjadi sumber tenaga bagi earbuds yang disimpan di dalamnya. Karena itu, daya tahan baterai menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam keseluruhan desain produk ini. Tanpa baterai yang cukup besar, konsep 2-in-1 seperti ini akan cepat kehilangan daya tariknya.
Di pasar global, Honor MouseBuds Pro dijual dengan harga sekitar 99,90 euro atau setara Rp1,9 jutaan. Posisi harga ini membuatnya masuk ke kategori aksesori yang tidak murah, tetapi masih bisa dipahami jika mempertimbangkan konsep unik dan fungsi ganda yang ditawarkan. Pengguna tidak hanya membeli mouse, melainkan juga earbuds TWS beserta casing dan pengisian daya yang sudah menyatu dalam satu perangkat.
Dengan pendekatan seperti ini, Honor tampaknya ingin menyasar pengguna yang menghargai efisiensi, mobilitas, dan perangkat yang bisa memangkas kerumitan. Di saat banyak produsen berlomba membuat mouse lebih cepat atau earbuds lebih kecil, Honor justru menggabungkan keduanya menjadi satu produk yang sulit disamakan dengan pesaing lain. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah idenya menarik, melainkan apakah pasar siap menerima perangkat yang mengaburkan batas antara aksesori kerja dan perangkat audio pribadi.





