TCL kembali menegaskan ambisinya di pasar televisi premium Indonesia lewat kehadiran TCL A400 Pro NXT VISION TV. Peluncuran ini dilakukan bersama INFORMA Electronics, dan mengusung pendekatan yang sedikit berbeda dari TV pada umumnya: bukan hanya sebagai perangkat hiburan, melainkan juga sebagai elemen interior yang bisa menyatu dengan tampilan rumah modern.
Di tengah persaingan TV kelas atas yang semakin ketat, TCL tampaknya tidak hanya menjual kualitas gambar, tetapi juga pengalaman visual yang lebih menyeluruh. A400 Pro dirancang untuk tampil menonjol saat digunakan, namun tetap menarik ketika layar tidak sedang aktif. Kombinasi teknologi panel, desain ramping, dan layar matte menjadi penekanan utama dalam model ini.
QD-Mini LED Jadi Andalan Utama
Fitur yang paling disorot dari TCL A400 Pro adalah penggunaan teknologi QD-Mini LED. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan gambar yang lebih terang, kontras yang lebih tinggi, dan warna yang lebih presisi. Bagi pengguna yang menginginkan visual tajam untuk film, serial, maupun gim, pendekatan ini jelas menjadi nilai jual utama.
TV ini juga sudah mendukung resolusi 4K UHD, sehingga detail gambar tampil lebih tegas. Untuk kebutuhan tampilan yang lebih responsif, TCL menyematkan refresh rate hingga 144Hz. Dalam skenario tertentu, mode DLG bahkan memungkinkan peningkatan hingga 288Hz, yang tentu menarik bagi pengguna yang mengutamakan gerakan layar mulus dan minim jeda.
Dengan spesifikasi tersebut, TCL A400 Pro tidak hanya ditujukan untuk penonton kasual. Perangkat ini tampak dibidik untuk pengguna yang menaruh perhatian besar pada kualitas visual, baik untuk hiburan harian maupun pengalaman yang lebih intens.
Desain Tipis dan Layar Matte untuk Ruang Modern
Selain performa visual, TCL juga memberi perhatian serius pada desain fisik. A400 Pro hadir dengan bodi ultra-slim dan bezel tipis yang disebut hanya sekitar 3,9 mm. Secara tampilan, ini membuat layar terlihat lebih bersih dan modern, terutama ketika dipasang di ruang keluarga atau area komunal rumah.
Bagian yang tidak kalah penting adalah penggunaan layar matte anti-pantul. Fitur ini membantu mengurangi gangguan cahaya dari sekitar, sehingga TV tetap nyaman dilihat dalam ruangan yang terang. Bagi banyak rumah di Indonesia yang tidak selalu punya pencahayaan ideal, aspek ini bisa menjadi pembeda yang cukup terasa dalam pemakaian sehari-hari.
Ketika televisi sedang tidak digunakan, TCL menawarkan fitur Art Gallery. Lewat mode ini, layar dapat berubah menjadi galeri seni digital yang menampilkan karya visual seperti lukisan. Dengan begitu, A400 Pro tidak sepenuhnya “mati” saat televisi dimatikan, melainkan tetap memberi nilai estetika di dalam ruangan.
Ukuran Beragam, Ada Model Eksklusif di INFORMA
TCL A400 Pro tersedia dalam beberapa pilihan ukuran agar bisa menyesuaikan kebutuhan ruang dan preferensi pengguna. Untuk varian QLED, ukuran yang ditawarkan adalah 32 inci dan 43 inci. Sementara itu, varian QD-Mini LED hadir dalam ukuran 55 inci, 65 inci, dan 75 inci.
Menariknya, model 75 inci tersedia secara eksklusif melalui jaringan INFORMA di Indonesia. Kehadiran ukuran besar ini menunjukkan bahwa TCL juga menyasar konsumen yang menginginkan layar luas dengan kesan lebih premium, baik untuk ruang keluarga besar maupun kebutuhan hiburan yang lebih imersif.
Dari sisi audio, TCL menyematkan sistem Hi-Fi Onkyo 2.0 untuk melengkapi pengalaman menonton. Kehadiran sistem suara ini membuat A400 Pro tidak hanya mengandalkan visual, tetapi juga berusaha menghadirkan keseimbangan antara gambar dan audio.
Produk ini kini sudah tersedia di seluruh toko INFORMA Electronics. Untuk varian 75 inci, harga yang dipasarkan berada di level Rp19.899.000. Dengan posisi tersebut, TCL A400 Pro jelas diarahkan sebagai TV premium yang tidak sekadar menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi juga nilai desain yang bisa masuk ke gaya hidup konsumen urban.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





