Jejak awal Samsung Galaxy A27 mulai terpantau, dan kemunculannya di Geekbench memberi sinyal bahwa Samsung belum berhenti menyiapkan amunisi baru untuk lini Galaxy A kelas menengah. Setelah Galaxy A37 dan Galaxy A57 lebih dulu ramai dibicarakan, kini giliran Galaxy A27 yang muncul ke permukaan lewat database benchmark tersebut. Dari sana, setidaknya sudah terlihat arah awal perangkat ini, meski detail resminya masih belum dibuka Samsung.
Galaxy A27 muncul dengan nomor model SM-A276B
Dalam daftar Geekbench, perangkat ini terdaftar dengan nomor model SM-A276B. Hasil pengujiannya mencatat 777 poin untuk single-core dan 1802 poin pada multi-core. Angka tersebut menunjukkan bahwa perangkat sudah masuk tahap pengujian, namun performanya di hasil awal ini masih berada di bawah Galaxy A26 yang sebelumnya ditenagai chipset Exynos 1380.
Kehadiran skor benchmark seperti ini memang belum cukup untuk memotret kemampuan final sebuah ponsel. Meski begitu, data awal sering kali menjadi petunjuk penting untuk membaca strategi produsen. Dalam kasus Galaxy A27, Samsung tampaknya sedang menyiapkan penerus yang tetap bermain di kelas menengah, tetapi dengan pendekatan perangkat keras yang berbeda dari pendahulunya.
Indikasi kuat mengarah ke Snapdragon 6 Gen 3
Detail yang muncul di Geekbench memperlihatkan konfigurasi CPU dengan 4 inti berkecepatan 2,4 GHz dan 4 inti lainnya di 1,8 GHz. Susunan seperti ini kuat mengarah pada Snapdragon 6 Gen 3. Jika benar, maka Galaxy A27 akan membawa chipset yang dibuat dengan proses 4 nm, dilengkapi GPU Adreno 710, serta mendukung jaringan 5G.
Perubahan ini menarik karena menunjukkan Samsung bisa saja mengambil jalur yang berbeda untuk seri A2x berikutnya. Snapdragon 6 Gen 3 sendiri berada di kelas yang cukup familier untuk ponsel menengah, sehingga kehadirannya pada Galaxy A27 dapat dibaca sebagai upaya menjaga keseimbangan antara efisiensi daya, konektivitas, dan performa harian.
RAM 6 GB, Android 16, dan baterai 5.000 mAh
Selain chipset, Geekbench juga mengungkap bahwa Galaxy A27 membawa RAM 6 GB dan menjalankan Android 16. Kombinasi ini menandakan perangkat tersebut sudah diuji dengan sistem operasi yang relatif baru, sekaligus memberi gambaran bahwa Samsung menyiapkan ponsel ini agar tetap relevan untuk siklus rilis berikutnya.
Di sisi lain, kabar yang beredar menyebut Galaxy A27 akan dibekali baterai 5.000 mAh. Jika informasi itu tepat, kapasitas tersebut masih sejalan dengan pola Samsung di kelas menengah, yang umumnya mengutamakan daya tahan baterai sebagai salah satu nilai jual utama. Namun sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai spesifikasi final, harga, maupun waktu peluncurannya.
Untuk konteks, Galaxy A26 diketahui meluncur pada Maret 2025 bersama Galaxy A36 dan Galaxy A56. Karena itu, kemunculan Galaxy A27 di Geekbench menjadi petunjuk bahwa Samsung kemungkinan sedang menyusun kelanjutan lini A-series secara bertahap. Meski masih berupa jejak awal, data yang sudah muncul cukup untuk menunjukkan bahwa penerus seri ini memang sedang disiapkan, bukan sekadar rumor yang lewat begitu saja.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





