McLaren Mulai Menyentuh Papan Atas, Tapi Andrea Stella Masih Menilai Ferrari Satu Langkah Lebih Unggul
McLaren memang mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di Suzuka, namun Andrea Stella memilih untuk tetap menjaga nada realistis. Di tengah hasil kualifikasi yang lebih menjanjikan di Grand Prix Jepang, bos tim asal Woking itu belum mau menyebut McLaren sudah benar-benar masuk ke level yang setara dengan para rival terdekatnya. Baginya, Ferrari masih menyimpan keunggulan yang belum sepenuhnya terkejar, terutama saat persaingan masuk ke fase yang paling menentukan.
Setelah awal musim yang berjalan kurang meyakinkan, McLaren akhirnya menemukan sedikit ruang bernapas di Jepang. Oscar Piastri berhasil menempatkan mobilnya di posisi ketiga saat kualifikasi, sementara Lando Norris mengamankan urutan kelima untuk start balapan di Suzuka. Hasil itu memberi sinyal bahwa paket mobil McLaren mulai lebih kompetitif dibanding beberapa seri sebelumnya, meski belum cukup untuk menggeser peta kekuatan secara menyeluruh.
McLaren Menemukan Ritme di Suzuka
Stella melihat ada perkembangan yang nyata pada timnya. Menurut dia, peningkatan itu bukan semata-mata karena keberuntungan pada satu sesi, melainkan hasil dari pemahaman yang semakin baik terhadap sasis, setelan mobil, dan cara memaksimalkan unit tenaga. Dalam situasi seperti Suzuka, detail kecil sering menjadi pembeda, dan McLaren dinilai mulai lebih rapi dalam membaca karakter mobil mereka.
Kendati begitu, Stella tidak ingin membesar-besarkan hasil kualifikasi. Ia menilai posisi yang diraih Piastri dan Norris memang menunjukkan progres, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa McLaren sudah berada di depan Ferrari. Dalam pandangannya, ada perbaikan yang patut diapresiasi, namun jarak performa di antara keduanya masih terasa.
Ferrari Masih Dianggap Lebih Kuat
Stella secara terbuka mengakui bahwa Ferrari masih berada sedikit di atas McLaren dalam pertarungan performa. Tim asal Maranello itu, menurutnya, tetap punya kecepatan yang lebih meyakinkan, terutama ketika balapan memasuki bagian yang lebih krusial. Itulah sebabnya hasil kualifikasi di Jepang belum cukup untuk mengubah penilaian dasar mengenai siapa yang masih memegang keunggulan.
“Ada beberapa indikasi kemajuan dari segi performa dan daya saing secara keseluruhan,” kata Stella kepada Sky Sports F1. “Dengan begitu, positif bahwa di kualifikasi kami ada di sana bersama Ferrari, tetapi mereka tetap satu langkah lebih maju.”
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa McLaren belum ingin terjebak euforia. Meski tampil lebih baik di Suzuka, tim tetap melihat Ferrari sebagai tolok ukur yang belum sepenuhnya terlampaui. Dalam Formula 1, selisih kecil bisa sangat menentukan, dan menurut Stella, Ferrari masih punya margin yang cukup untuk tetap berada di depan.
Podium Bukan Hal yang Mudah Dicapai
Stella bahkan mengaku akan terkejut jika McLaren benar-benar mampu menantang Ferrari untuk podium di Jepang. Situasi di barisan depan juga tidak sederhana, karena Charles Leclerc dan Lewis Hamilton akan memulai balapan dari posisi keempat dan keenam. Artinya, McLaren tetap harus berhadapan dengan tekanan dari tim yang secara performa diyakini masih lebih konsisten.
Bagi Stella, tantangan McLaren bukan hanya soal hasil satu sesi, melainkan menjaga agar progres ini bisa berlanjut di seri-seri berikutnya. Ia menilai Ferrari sudah memperlihatkan kekuatan yang solid saat balapan, sehingga McLaren masih membutuhkan peningkatan lebih jauh agar bisa benar-benar bersaing di depan secara stabil.
Karena itu, fokus tim kini tertuju pada pembaruan mobil. Stella menyebut McLaren berencana membawa upgrade pada seri berikutnya, dengan harapan peningkatan itu bisa membuat peluang mereka bertarung di papan atas menjadi lebih konsisten. Bagi McLaren, hasil di Suzuka memang memberi alasan untuk optimistis, tetapi belum cukup untuk mengubah status mereka dari penantang menjadi penentu.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





