Mercedes kembali mencuri perhatian, bukan karena strategi di lintasan, melainkan karena cara mereka menanggapi sebuah blunder yang justru berubah menjadi bahan candaan. Di tengah sorotan atas Grand Prix Tiongkok, nama Kimi Antonelli sempat keliru diumumkan sebagai Kimi Raikkonen, sosok legendaris asal Finlandia yang pernah menjadi juara dunia Formula 1 2007. Kesalahan itu terjadi tepat saat Antonelli baru saja meraih kemenangan Grand Prix pertamanya, momen yang seharusnya sepenuhnya miliknya.
Alih-alih menghindari insiden tersebut, Mercedes memilih menjadikannya bagian dari cerita. Reaksi ini membuat situasi yang semula canggung berubah menjadi momen ringan yang cepat menyebar di paddock. Antonelli sendiri tampak tidak terlalu terganggu. Ia justru ikut menanggapi dengan tawa ketika namanya disebut keliru di podium Shanghai, seolah menyadari bahwa kesalahan itu sudah telanjur menjadi bahan obrolan luas.
Kesalahan di podium Shanghai yang langsung jadi sorotan
Di Sirkuit Internasional Shanghai, Antonelli baru saja menyelesaikan akhir pekan yang penting dalam kariernya. Kemenangan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian besar, tetapi juga menempatkannya dalam catatan statistik sebagai pembalap Grand Prix termuda kedua yang berhasil menang di trek itu. Namun, sorotan atas hasil balapan itu sempat bergeser karena kesalahan penyebutan nama di acara podium.
Rekaman momen tersebut memperlihatkan Antonelli tertawa ketika diumumkan sebagai Raikkonen. Bagi sebagian orang, kejadian seperti ini bisa menjadi gangguan kecil yang mengurangi fokus pada pencapaian utama. Namun bagi Mercedes, justru di situlah letak hiburannya. Tim media sosial mereka menangkap momen tersebut dan menjadikannya bahan gurauan yang memperpanjang umur cerita setelah balapan usai.
Mercedes kembali menyinggung insiden itu di Suzuka
Setibanya di Suzuka untuk Grand Prix Jepang, Mercedes belum selesai dengan lelucon itu. Mereka kembali mengaitkan Antonelli dengan Kimi Raikkonen, seolah-olah ingin mengulang candaan yang muncul di China. Dalam sebuah momen yang dibuat santai, Antonelli disapa seakan-akan dirinya adalah Raikkonen, lalu diberi foto mantan pembalap Ferrari tersebut.
Respons Antonelli terlihat natural. Ia mengacungkan jempol saat menandatangani foto itu dan, dengan nada ringan, mengucapkan kata khas Raikkonen, “bwoah”. Gestur sederhana itu langsung mempertegas bahwa ia bisa menerima candaan tersebut tanpa perlu membesar-besarkannya. Dalam kesempatan yang sama, Antonelli juga mengakui bahwa ia sempat bingung ketika namanya diumumkan di podium Shanghai, sesuatu yang wajar mengingat situasinya terjadi di tengah euforia kemenangan pertama.
Kemenangan pertama yang hampir membuatnya menangis
Di balik tawa dan candaan, kemenangan di Grand Prix Tiongkok tetap menjadi momen yang sangat emosional bagi Antonelli. Seusai balapan, ia mengaku hampir menangis karena akhirnya berhasil meraih kemenangan yang selama ini diimpikannya. Ia menegaskan bahwa pencapaian itu tidak datang sendirian, melainkan hasil kerja tim yang membantunya mewujudkan target besar tersebut.
Antonelli juga menyampaikan keinginannya untuk membawa Italia kembali ke puncak kejayaan di ajang ini. Bagi pembalap muda seperti dirinya, kemenangan pertama bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari ekspektasi yang lebih besar. Dengan perhatian kini beralih ke Grand Prix Jepang di Suzuka, Antonelli tampak berusaha menjaga fokus agar hasil positif tidak berhenti di Shanghai saja. Di tengah sorotan, candaan “bwoah” dari Raikkonen versi Mercedes menjadi pengingat bahwa di Formula 1, momen serius dan ringan sering kali berjalan berdampingan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





