ASUS ProArt & Teknologi XR: Pembuatan Film Pelangi di Mars

by -31 Views

Pelangi di Mars, sebuah film Sci-Fi karya lokal, telah resmi tayang di bioskop Indonesia sejak tanggal 18 Maret 2026. Cerita yang diusung sangat berbeda dari kebanyakan film lokal lainnya, yaitu tentang kehidupan manusia di Planet Mars pada tahun 2090, khususnya seorang anak yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di planet tersebut. Premis ini membuka ruang eksplorasi yang luas, dari kehidupan sehari-hari di planet lain hingga dinamika emosional yang muncul dari situasi tersebut. Nuansa petualangan dan imajinasi menjadi kekuatan utama dari film ini.

Film ini tidak hanya unggul dari segi visual, tetapi juga dalam penggunaan teknologi produksi yang canggih. Tim produksi menggunakan Extended Reality atau XR, serta metode hybrid yang menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual tiga dimensi. ASUS juga turut serta dalam proses produksi dengan lini ProArt mereka yang dapat digunakan oleh kreator profesional dalam berbagai tahap produksi, seperti pembuatan aset visual, rendering lingkungan 3D, dan color grading.

Kolaborasi ini melibatkan Mahakarya Pictures dan DOSS Guava XR Studio, terutama dalam penggunaan teknologi virtual production yang memungkinkan tim produksi untuk melihat lingkungan digital secara real-time saat proses syuting. Film ini merupakan debut sutradara Upie dalam film panjang setelah sebelumnya dikenal sebagai pembuat karya dokumenter dan video musik. Proses produksi film ini memakan waktu lebih dari lima tahun sebelum akhirnya siap tayang.

Deretan nama terkenal seperti Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Myesha Lin, dan Livy Renata turut hadir dalam film ini, serta pengisi suara untuk karakter robot seperti Bimo Kusumo dan Kristo Immanuel. Gala premiere film ini telah sukses digelar di Epicentrum XXI, Jakarta sehingga semakin menarik minat penonton untuk menontonnya.

Source link