Accenture kembali membuat langkah besar di industri teknologi, kali ini lewat akuisisi yang nilainya tidak main-main. Perusahaan konsultan global tersebut resmi mengambil alih Speedtest dan Downdetector dalam transaksi senilai USD 1,2 miliar atau sekitar Rp20 triliun. Langkah ini bukan sekadar pembelian aset digital, melainkan sinyal kuat bahwa Accenture ingin memperdalam posisinya di bisnis network intelligence, area yang kian penting di tengah kebutuhan perusahaan memantau kualitas jaringan secara real time.
Di balik transaksi besar ini, ada dorongan strategis yang jelas: Accenture ingin memanfaatkan data jaringan dalam skala luas untuk mendukung klien korporasi, terutama operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, dan bisnis yang bergantung pada konektivitas stabil. Dengan kata lain, yang dibeli bukan hanya merek populer di kalangan pengguna internet, tetapi juga mesin data yang selama ini menjadi tulang punggung layanan analitik jaringan.
Empat Aset Jaringan Masuk Paket Akuisisi
Yang berpindah tangan dalam kesepakatan ini ternyata bukan hanya Speedtest dan Downdetector. Dua aset lain milik divisi konektivitas Ziff Davis, yakni Ekahau dan RootMetrics, juga ikut masuk dalam paket transaksi beserta seluruh asetnya.
Ekahau dikenal sebagai platform yang digunakan untuk merancang dan menganalisis jaringan Wi-Fi. Sementara itu, RootMetrics berfokus pada pengujian performa jaringan seluler secara langsung di lapangan. Jika digabungkan, empat layanan ini memberi Accenture akses ke rangkaian alat yang jauh lebih lengkap untuk membaca kondisi jaringan dari berbagai sisi, mulai dari pengalaman pengguna hingga kualitas teknis di lapangan.
Dengan portofolio baru ini, Accenture tampak tidak hanya mengejar skala, tetapi juga kedalaman data. Dalam pasar yang makin kompetitif, kemampuan menggabungkan pengukuran jaringan, analisis performa, dan pemantauan gangguan menjadi nilai jual yang sulit diabaikan.
Data Ookla Jadi Nilai Utama
Accenture menyebut akan memanfaatkan data dari Ookla, perusahaan di balik Speedtest, sebagai fondasi utama untuk memperkuat layanan network intelligence. Data tersebut diproyeksikan membantu perusahaan klien dalam memantau, menganalisis, dan mengoptimalkan jaringan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
Skala data Ookla menjadi salah satu alasan utama mengapa akuisisi ini dinilai strategis. Perusahaan itu disebut mengumpulkan lebih dari seribu atribut data dari setiap pengujian jaringan. Selain itu, platformnya mencatat lebih dari 250 juta tes kecepatan internet setiap bulan dari pengguna di berbagai belahan dunia.
Volume data sebesar itu memberi Accenture posisi yang lebih kuat untuk mengembangkan layanan berbasis analitik. Bagi bisnis yang sangat bergantung pada kualitas koneksi, akses terhadap data nyata dari jutaan pengujian bisa menjadi pembeda dalam pengambilan keputusan, perbaikan infrastruktur, hingga respons terhadap gangguan jaringan.
Ziff Davis Menuai Hasil dari Investasi Lama
Bagi Ziff Davis, transaksi ini menjadi momen yang menguntungkan setelah lebih dulu berinvestasi di Ookla sejak 2014. Penjualan aset jaringan tersebut menunjukkan bahwa investasi jangka panjang di sektor data dan konektivitas bisa menghasilkan nilai yang sangat besar ketika pasar bergerak ke arah yang tepat.
Meski nilainya mencapai sekitar Rp20 triliun, Speedtest dan Downdetector diperkirakan tetap bisa digunakan secara gratis oleh pengguna umum dan tidak langsung berubah fungsi. Namun, setelah akuisisi ini, arah pengembangannya kemungkinan akan semakin condong ke kebutuhan enterprise. Itu berarti fokus utama bukan lagi sekadar layanan publik, melainkan penguatan produk dan analitik untuk pelanggan bisnis.
Dengan empat aset jaringan sekaligus, Accenture kini memegang modal yang lebih kuat untuk memperluas pengaruhnya di pasar analitik dan kecerdasan jaringan. Transaksi ini memperlihatkan bagaimana data, pengukuran performa, dan pemantauan gangguan jaringan kini berubah menjadi komoditas strategis yang nilainya bisa mencapai miliaran dolar.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





