Tyler Reddick Ukir Sejarah di COTA, Awali Musim NASCAR Cup 2026 dengan Tiga Kemenangan Beruntun
Tyler Reddick tidak sekadar menang di Circuit of The Americas (COTA). Di Austin, Texas, ia mengubah start musim NASCAR Cup 2026 menjadi catatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemenangan itu membuat Reddick menjadi pembalap pertama yang mampu mengawinkan tiga seri pembuka musim dengan hasil juara, setelah lebih dulu naik podium tertinggi di Daytona dan Atlanta.
Di lintasan jalan raya yang kerap menuntut ketenangan, presisi, dan strategi yang nyaris sempurna, Reddick menunjukkan seluruh paket itu. Tekanan datang dari Shane van Gisbergen yang sempat membuat persaingan di depan memanas, tetapi Reddick tetap menjaga ritme balapan sampai garis finis. Ia menutup lomba dengan selisih sekitar empat detik, cukup aman untuk menegaskan bahwa dominasinya bukan kebetulan.
Reddick Tak Hanya Cepat, Tapi Juga Stabil
Hasil di COTA memperkuat kesan bahwa performa Reddick sejak awal musim bukan sekadar momentum sesaat. Dalam tiga balapan pertama, ia tampil konsisten pada saat banyak pembalap lain masih mencari bentuk terbaik. Di tengah perubahan posisi yang cepat dan duel yang rapat di lintasan, Reddick terlihat tenang saat momen-momen krusial datang.
Pola itu penting, terutama di COTA yang menuntut pembalap membaca situasi dengan cepat. Begitu tekanan dari van Gisbergen meningkat, Reddick tidak panik. Ia tetap fokus pada eksekusi, menjaga jarak, dan menghindari kesalahan kecil yang bisa berujung mahal. Pada akhirnya, pendekatan itu membuahkan hasil yang sangat bernilai dalam perebutan posisi klasemen awal musim.
23XI Racing Juga Cetak Sejarah Tim
Kemenangan Reddick di Texas turut membawa 23XI Racing masuk ke buku sejarah. Tim milik Michael Jordan dan Denny Hamlin itu kini juga mencatat tiga kemenangan pada tiga balapan pembuka musim, pencapaian yang terakhir kali terjadi pada Petty Enterprises pada 1963. Artinya, yang diraih Reddick bukan hanya kemenangan individual, melainkan bagian dari awal musim yang luar biasa untuk tim.
Setelah balapan, Reddick menegaskan rasa bangganya terhadap kerja kolektif di balik hasil tersebut. Tiga kemenangan beruntun, menurutnya, lahir dari konsistensi dan eksekusi yang rapi sejak awal musim. Dalam olahraga balap, pencapaian seperti ini jarang bertahan tanpa fondasi tim yang solid, dan 23XI Racing tampaknya sedang berada dalam fase itu.
Rekor tim semacam ini juga memberi bobot tambahan pada kemenangan Reddick. Bukan hanya soal siapa yang paling cepat di satu hari balapan, tetapi bagaimana seluruh struktur tim mampu menjaga performa di level tinggi secara berulang. Untuk awal musim, itu adalah sinyal yang sangat kuat bagi para pesaing.
Perebutan Posisi Terdepan Berlangsung Ketat
Balapan di COTA sendiri sempat berjalan dinamis sejak awal. Briscoe membuka lomba dengan memimpin lebih dulu, sebelum Ross Chastain mengamankan Stage 1. Lalu Ty Gibbs mengambil Stage 2, menandakan bahwa persaingan di barisan depan benar-benar terbuka dan tidak dimonopoli satu nama saja.
Memasuki Stage 3, tensi balapan makin meningkat. Van Gisbergen menjadi ancaman paling nyata bagi Reddick, tetapi upaya mengejar posisi terdepan itu tak cukup untuk mengubah hasil akhir. Di belakang mereka, Christopher Bell, Ty Gibbs, dan Michael McDowell melengkapi lima besar, sementara Kyle Larson, Chase Elliott, Ryan Blaney, AJ Allmendinger, dan Denny Hamlin menutup daftar 10 besar.
Balapan akhirnya selesai tanpa caution tambahan, sehingga hasil di lintasan benar-benar ditentukan oleh performa murni para pembalap. Satu-satunya gangguan pada bagian penutup datang dari spin Carson Hocevar di lap terakhir, tetapi insiden itu tidak mengubah urutan terdepan. Di tengah tekanan, jarak, dan strategi yang terus berubah, Reddick tetap menjadi pembalap yang paling rapi menuntaskan tugasnya di COTA.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





