Presiden AS Donald Trump telah menginstruksikan seluruh lembaga federal untuk menghentikan penggunaan Antrophic AI. Pengumumannya dibuat sebelum tenggat waktu Pentagon kepada Anthropic habis. Trump menuduh Anthropic mencoba mengatur cara militer AS beroperasi melalui ketentuan layanannya sendiri dan menyebut posisinya berisiko bagi kepentingan nasional. Instansi federal diberi waktu enam bulan untuk memutus ketergantungan pada teknologi tersebut. Masalah bermula dari kontrak senilai 200 juta dolar AS yang disepakati musim panas lalu. Anthropic meminta garansi tertulis bahwa model Claude mereka tidak akan digunakan untuk pengawasan massal warga AS atau mengendalikan sistem senjata tanpa campur tangan manusia. Pentagon merasa permintaan tersebut membatasi kebebasan penggunaan AI mereka. CEO Anthropic, Dario Amodei, menolak syarat tersebut dan akhirnya negosiasi publik. Situasi ini menempatkan perusahaan seperti Palantir Technologies, yang menggunakan Claude untuk kontrak sensitif, dalam tekanan waktu. Nama Elon Musk muncul sebagai kandidat yang lebih akomodatif terhadap permintaan Pentagon, sementara CEO OpenAI, Sam Altman, menegaskan batas etis soal senjata otonom tetap penting. Sengketa kontrak ini mencerminkan pertarungan kekuasaan dalam menentukan batas penggunaan AI di sektor militer antara pemerintah AS dan perusahaan AI.
Pemerintah AS Larang Penggunaan Antrophic AI: Ini Alasannya! • Jagat Review





