Pembatalan penerbangan yang signifikan terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Penutupan wilayah udara Iran dan Irak telah memengaruhi jalur penerbangan internasional yang biasanya melintasi area tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi adanya “operasi tempur besar” yang berdampak langsung pada perjalanan udara antara Eropa Barat dan Timur Tengah. Pesawat yang biasanya melintasi Iran dan Irak terpaksa mengubah rute mereka setelah serangan terjadi. Bandara Dubai, salah satu yang tersibuk di dunia, juga mengalami gangguan dan menunda penerbangan mengingat situasi meningkatnya ketegangan. Sejumlah maskapai seperti British Airways, Qatar Airways, Virgin Atlantic, dan Wizz Air telah membatalkan atau menangguhkan sejumlah penerbangan sebagai langkah pencegahan. Perpanjangan rute penerbangan dan gangguan lainnya mengharuskan maskapai dan penumpang untuk melakukan penyesuaian dalam perjalanan mereka. Pemerintah Inggris pun memberikan peringatan kepada warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Israel dan Palestina.
Penerbangan Dialihkan Akibat Serangan AS dan Israel ke Iran





