Setelah menjalani 10 bulan masa tahanan, Fariz RM memilih langkah yang justru berlawanan dengan ritme hidup banyak orang di era digital: ia meninggalkan smartphone. Musisi senior yang akrab disapa Fariz RM itu juga memutuskan menjauh dari media sosial, sebuah keputusan yang menurutnya bukan sekadar jeda, melainkan bagian dari perubahan hidup yang membuatnya merasa lebih tenang dan lebih terarah.
Di saat banyak figur publik berusaha kembali cepat ke sorotan, Fariz justru mengambil jarak dari hal-hal yang selama ini paling dekat dengan keseharian. Pilihan itu memperlihatkan bahwa masa setelah penahanan bukan hanya soal kembali tampil, tetapi juga soal menata ulang cara hidup. Dalam pandangannya, hidup yang lebih sederhana memberi ruang untuk berpikir lebih jernih dan menghindari kebiasaan lama yang bisa menyeretnya ke masalah yang sama.
Tak Lagi Menggunakan Ponsel Pribadi
Fariz Roestan Munaf menegaskan bahwa dirinya kini tidak lagi memakai handphone pribadi. Untuk keperluan komunikasi, publik diminta menghubungi manajemennya. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah pertemuan di Jakarta Pusat, sebagai bentuk penegasan bahwa ia ingin menjalani fase baru dengan pola yang lebih tertib setelah melewati masa sulit selama 10 bulan terakhir.
Keputusan tersebut terdengar sederhana, tetapi bagi Fariz, langkah itu punya arti besar. Ia tidak ingin lagi terikat pada kebiasaan yang membuat hidupnya terasa penuh distraksi. Dengan tidak membawa ponsel pribadi, ia seolah menutup pintu terhadap kebiasaan impulsif yang kerap muncul dari notifikasi, pesan cepat, dan arus informasi yang tidak berhenti. Dalam konteks itu, smartphone bukan lagi alat yang ia butuhkan, melainkan sesuatu yang justru ingin ia tinggalkan sementara.
Merasa Lebih Tenang Tanpa Media Sosial
Fariz juga menyebut bahwa menjauh dari media sosial memberinya ketenangan. Baginya, perubahan ini bukan langkah simbolik semata, melainkan sesuatu yang benar-benar ia rasakan manfaatnya. Tanpa gawai di tangan, ia merasa tidak lagi terseret pada kebiasaan memeriksa layar terus-menerus, sesuatu yang dalam pengakuannya memberi efek lebih tenang dalam menjalani hari.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Fariz sedang menata ulang hubungan dirinya dengan dunia luar. Di tengah sorotan publik yang tetap melekat padanya, ia memilih ruang yang lebih sunyi agar bisa memulihkan ritme hidup. Pilihan ini juga memperlihatkan keinginannya untuk tidak kembali larut dalam pola lama yang menurutnya kurang sehat, terutama setelah melewati masa yang cukup berat.
Menjaga Diri Agar Tidak Mengulang Kesalahan
Lebih jauh, Fariz memandang jarak dari smartphone dan media sosial sebagai bagian dari upaya menjaga diri. Ia menyinggung pentingnya menjauh dari lingkungan atau pihak-pihak yang berisiko, termasuk oknum pengguna maupun pengedar. Bagi dirinya, kewaspadaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar jika ingin benar-benar keluar dari lingkaran masalah yang pernah ia hadapi.
Di sisi lain, kepulangan Fariz ke dunia musik ikut menyita perhatian publik. Nama besarnya membuat setiap langkah yang ia ambil menjadi sorotan, termasuk keputusan pribadinya untuk hidup lebih tertutup. Kini, perhatian bukan hanya tertuju pada apa yang ia tinggalkan, tetapi juga pada arah baru yang akan ia pilih setelah masa tahanan berakhir.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





