Mengapa Kekerasan Terhadap Perempuan di Industri Hiburan?

by -38 Views

Awal tahun 2026 ternyata diwarnai dengan setidaknya empat kasus kekerasan seksual yang viral di industri hiburan. Kasus-kasus tersebut melibatkan beberapa nama terkenal, seperti Aureli yang telah melakukan manipulasi sejak tahun 2008, SA yang melakukan pelecehan dalam sebuah pemotretan, Tara yang menjadi korban pemerkosaan pada tahun 2017, dan remaja Adin yang terjebak dalam modus casting call palsu. Kasus-kasus ini menyoroti pola manipulasi yang dilakukan oleh pelaku yang memanfaatkan kepercayaan atau posisi profesionalnya untuk menjebak korban.

Salah satu faktor utama maraknya kekerasan ini adalah ketimpangan relasi kuasa dan budaya patriarki yang memberikan posisi dominan bagi pelaku terhadap korban. Selain itu, penyintas sering mengalami hambatan dalam mencari keadilan karena berbagai alasan, seperti beban pembuktian yangberat, stigma masyarakat, dan ancaman laporan balik yang dapat merusak nama baik.

Sebagai tanggapan atas masalah ini, para sineas mulai menerapkan standar operasional produksi yang transparan dan mengharuskan keberadaan intimacy coordinator untuk menyupervisi adegan-adegan sensitif guna melindungi para aktor. Asosiasi seperti APROFI juga melakukan langkah-langkah untuk menjaga lingkungan kerja yang lebih aman, termasuk dengan melakukan daftar hitam terhadap pelaku agar tidak terlibat dalam proyek-proyek masa depan.

Source link