Infinix Smart 20: Hadir dengan SoC Helio G81 Ultimate

by -160 Views

Infinix kembali menekan pasar ponsel murah dengan strategi yang cukup jelas: bukan mengejar spesifikasi yang berlebihan, melainkan memperkuat hal-hal yang paling terasa dalam pemakaian harian. Lewat Smart 20, perusahaan ini membawa pendekatan yang lebih segar di kelas entry-level, dengan layar lebih lapang, baterai lebih besar, dan chipset yang lebih bertenaga dibanding pendahulunya. Perangkat ini sudah diumumkan di situs resmi Infinix, menandakan bahwa peluncurannya tinggal menunggu waktu untuk pasar yang dituju.

Di tengah persaingan ponsel terjangkau yang semakin padat, Smart 20 tampak diposisikan sebagai perangkat yang ingin memberi kesan “lebih lengkap” tanpa membuat harga melesat terlalu jauh. Infinix sepertinya paham bahwa pengguna di segmen ini biasanya lebih peduli pada daya tahan baterai, kenyamanan layar, dan kelancaran aplikasi harian ketimbang angka kamera yang besar di atas kertas. Karena itu, pembaruan yang dibawa Smart 20 terasa diarahkan ke kebutuhan yang paling realistis.

Helio G81 Ultimate menggantikan Unisoc T7250

Perubahan paling mencolok ada di sektor dapur pacu. Jika Infinix Smart 10 masih mengandalkan Unisoc T7250, Smart 20 naik kelas dengan MediaTek Helio G81 Ultimate. Chipset ini membawa kombinasi CPU 2 inti Cortex-A75 dengan kecepatan 2,0 GHz dan 6 inti Cortex-A55 berkecepatan 1,8 GHz. Secara praktis, susunan ini diharapkan memberi respons yang lebih baik saat membuka aplikasi, berpindah antar-menu, atau menjalankan multitasking ringan.

Meski bukan chipset kelas tinggi, Helio G81 Ultimate jelas memberi sinyal bahwa Infinix ingin membuat Smart 20 terasa lebih siap menghadapi pemakaian harian yang padat. Di kelas entry-level, peningkatan semacam ini sering kali lebih berarti daripada sekadar menambah fitur yang jarang dipakai. Dengan kata lain, Smart 20 tidak mencoba tampil sebagai ponsel “paling kencang”, tetapi sebagai perangkat murah yang lebih masuk akal untuk dipakai sehari-hari.

Layar lebih lega dan baterai lebih besar

Infinix Smart 20 juga membawa layar 6,78 inci, sedikit lebih besar dari generasi sebelumnya. Panel yang digunakan masih IPS dengan resolusi HD+ 720 x 1600, namun ada nilai jual yang cukup menarik: refresh rate hingga 120Hz. Di kelas harga terjangkau, angka ini biasanya menjadi daya tarik utama karena membuat navigasi antarmuka terasa lebih mulus dan modern.

Pada bagian daya, Infinix meningkatkan kapasitas baterai menjadi 5.200mAh, naik dari 5.000mAh pada Smart 10. Selisihnya memang tidak terlalu jauh, tetapi tetap memberi tambahan ruang untuk penggunaan yang lebih panjang. Pengisian dayanya masih bertahan di 15W, sementara fitur reverse charging 5W tetap disediakan untuk kondisi tertentu saat perangkat lain butuh bantuan daya darurat. Untuk segmen bawah, kombinasi ini cukup relevan karena daya tahan sering menjadi alasan utama pembelian.

Kamera sederhana, fitur pelengkap justru lebih ramai

Di bagian kamera, Infinix tampaknya memilih untuk tidak mengubah formula. Smart 20 masih memakai kamera utama 8MP f/2.0 di belakang dan kamera depan 8MP f/2.0 yang ditempatkan dalam punch-hole. Komposisi ini menunjukkan bahwa pembaruan perangkat ini memang bukan berfokus pada fotografi, melainkan pada pengalaman dasar yang lebih seimbang dan stabil.

Menariknya, sisi desain dan fitur tambahan justru dibuat cukup padat untuk kelasnya. Ponsel ini disebut terinspirasi dari iPhone 17 Pro Max dengan modul kamera horizontal. Pilihan warnanya mencakup Sunlike Orange, Shadow Black, Polaris Titanium, dan Cloudline Blue. Selain itu, Smart 20 dibekali fingerprint side-mounted, dual stereo speaker, IR Blaster, NFC, serta sertifikasi IP64 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan cipratan air.

Hingga kini, harga dan jadwal penjualan Infinix Smart 20 belum diumumkan. Namun, keberadaan sertifikasi TKDN dan Postel menjadi petunjuk kuat bahwa perangkat ini berpeluang segera masuk ke Indonesia. Jika itu terjadi, Smart 20 akan menambah daftar ponsel entry-level yang mencoba menawarkan paket lebih lengkap tanpa mengorbankan harga yang tetap ramah di kantong.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.