Sean Gelael & AF Corse 51 Sukses di ALMS 2025-2026

by -167 Views

Sean Gelael dan AF Corse 51 menutup putaran 4 Hours of Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina dengan hasil yang jauh lebih melegakan. Setelah sepanjang akhir pekan bergulat dengan masalah kecepatan, tim akhirnya mampu keluar dari tekanan dan mengamankan finis posisi lima pada race pamungkas ALMS 2025-2026.

Hasil itu menjadi semacam pembalasan kecil bagi AF Corse 51, yang sebelumnya sempat terseok-seok di Race 5. Di saat para pesaing bisa melaju lebih kencang di trek lurus Yas Marina, mobil Ferrari yang dikendarai Sean Gelael, Davide Rigon, dan Charly Samani justru terlihat tertinggal dari sisi performa. Situasi tersebut memaksa tim mengambil langkah teknis penting, termasuk mengganti mesin Ferrari agar mobil kembali kompetitif.

Masalah Kecepatan Jadi Pekerjaan Rumah Utama

Sepanjang akhir pekan balapan, data telemetri memperlihatkan persoalan yang cukup jelas. AF Corse 51 hanya mampu mencatat kecepatan puncak 259 km/jam, atau sekitar 10 km/jam lebih lambat dibandingkan para rival utama. Sebagai pembanding, BMW disebut sanggup menembus 270 km/jam di lintasan lurus. Selisih ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan faktor yang langsung memengaruhi posisi mobil saat bertarung di grup tengah.

Dampaknya terasa nyata pada Race 5, ketika AF Corse 51 hanya mampu finis di urutan ke-17. Hasil itu membuat tim harus melakukan evaluasi besar-besaran, terlebih karena performa mobil tidak menunjukkan daya saing yang cukup untuk mengimbangi lawan-lawannya. Dalam balapan ketahanan seperti ALMS, kehilangan kecepatan di satu sektor saja bisa mengubah keseluruhan strategi lomba.

Davide Rigon sempat menjajal mesin yang sudah diperbarui saat sesi warm-up. Dari uji singkat tersebut, ia menilai ada peningkatan pada performa mobil. Meski begitu, masih ada bagian jaringan kabel yang perlu dibereskan agar mobil benar-benar siap tempur. Perbaikan teknis ini menjadi modal penting sebelum lomba utama dimulai, karena dalam balapan sepanjang empat jam, konsistensi jauh lebih berharga daripada sekadar kecepatan sesaat.

Samani Memulai, Gelael Menutup dengan Hasil yang Lebih Baik

Charly Samani mendapat tugas membuka balapan untuk AF Corse 51 dan start dari posisi ke-15. Situasi balapan sempat berubah drastis ketika lomba dihentikan setelah 40 menit. Penghentian itu terjadi akibat tabrakan antara mobil kelas GT dan Algarve Pro Racing 25 yang tampil di LMP2. Insiden tersebut membuat seluruh peserta harus menunggu kurang lebih 70 menit, sementara petugas memperbaiki lintasan dan pagar pengaman yang terdampak.

Setelah balapan dilanjutkan, AF Corse 51 masih berada di posisi ke-12. Namun, perlahan mereka mulai merangkak naik. Davide Rigon yang mengambil alih kemudi dari Samani berhasil membawa mobil ke posisi delapan, lalu memperbaiki lagi menjadi P7. Momentum positif itu kemudian diteruskan Sean Gelael, yang menutup tugasnya dengan membawa AF Corse 51 finis di posisi kelima. Hasil ini terasa jauh lebih baik dibanding kekecewaan yang mereka alami di Dubai sebelumnya.

Meski belum naik podium, finis lima besar di Yas Marina memberi sinyal bahwa AF Corse 51 mampu merespons masalah dengan cepat. Dalam konteks akhir musim, hasil ini bukan hanya soal angka finis, tetapi juga soal kemampuan tim membaca masalah, memperbaiki mobil, dan tetap kompetitif di tengah tekanan.

Hasil Kelas Lain di Yas Marina

Di kelas GT, kemenangan diraih Ecurie Ecosse Blackthorn 56 dengan Aston Martin. Untuk kelas LMP2, DKR Engineering 3 keluar sebagai pemenang. Sementara itu, 23Events Racing 23 menjadi yang terbaik di kelas LMP3.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.