Pentingnya Menjaga 4 Pilar Menurut Anggota DPR Hj Ida Nurlaela

by -110 Views

Pentingnya Menjaga 4 Pilar Menurut Anggota DPR Hj Ida Nurlaela

Di tengah perubahan sosial yang berjalan cepat dan kerap memunculkan gesekan di tengah masyarakat, pesan kebangsaan kembali ditegaskan dari ruang yang paling dekat dengan warga. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, menempatkan Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi yang tidak boleh sekadar dipahami sebagai materi formal, tetapi harus benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ida dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Gedung Serbaguna Banjarharja, Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pegangan utama yang menjaga arah kehidupan berbangsa, terutama saat masyarakat berhadapan dengan perbedaan pandangan, dinamika sosial, dan derasnya arus informasi.

Empat Pilar Bukan Sekadar Hafalan

Menurut Ida, nilai-nilai kebangsaan tidak cukup berhenti pada pemahaman teoritis. Empat Pilar, kata dia, harus tampak dalam sikap, perilaku, dan cara masyarakat merespons perbedaan di lingkungan masing-masing. Karena itu, ia menilai pembahasan mengenai pilar-pilar kebangsaan tetap penting dilakukan secara berulang agar tidak kehilangan makna di tengah generasi yang terus berganti.

Dalam kegiatan tersebut hadir tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa isu kebangsaan masih mendapat tempat di tengah warga. Bagi Ida, keterlibatan lintas elemen menjadi tanda bahwa pemahaman tentang persatuan dan kebhinekaan masih relevan untuk terus diperkuat, bukan hanya di tingkat wacana, tetapi juga dalam praktik sosial sehari-hari.

Sebagai anggota Komisi VI DPR RI, Ida menyoroti bahwa tantangan kebangsaan hari ini tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar dan terang-terangan. Justru, ujian sering muncul dari hal-hal kecil yang dibiarkan, seperti mudahnya perbedaan memicu jarak sosial atau melemahnya kebiasaan saling menghormati. Di titik inilah, menurutnya, Empat Pilar berperan sebagai pengingat agar masyarakat tetap punya pegangan yang sama.

Tanggung Jawab yang Harus Terus Diulang

Ida juga menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional anggota MPR dan DPR RI. Dengan kata lain, kegiatan seperti ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk upaya menjaga agar nilai dasar negara tetap dipahami lintas generasi. Ia memandang penguatan pemahaman kebangsaan harus dilakukan secara berkelanjutan karena tantangan zaman terus berubah.

Sebagai wakil dari Daerah Pemilihan X Jawa Barat, Ida menilai masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menekankan bahwa pemahaman yang kuat terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika akan membantu warga bersikap lebih bijak saat menghadapi perbedaan pendapat maupun persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Persatuan Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Melalui kegiatan di Pangandaran itu, Ida berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin tumbuh, terutama dalam merawat toleransi, persatuan, dan semangat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menempatkan penguatan nilai kebangsaan bukan sebagai konsep yang jauh dari kehidupan warga, melainkan sebagai sikap yang harus dijaga mulai dari keluarga, lingkungan, hingga ruang sosial yang lebih luas.

Dalam konteks itu, sosialisasi Empat Pilar menjadi pengingat bahwa ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga oleh cara masyarakat memelihara rasa saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Pesan yang dibawa Ida di Banjarharja menegaskan satu hal: menjaga Indonesia tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dari kesediaan untuk terus memegang nilai yang sama di tengah perbedaan yang ada.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.