POCO kembali bersiap mengguncang pasar smartphone Indonesia. Setelah lebih dulu diperkenalkan secara global di Bali pada November tahun lalu, seri terbarunya, POCO F8 Series, kini tinggal menghitung hari menuju debut resmi di Tanah Air. Perusahaan memastikan peluncuran duo andalannya, POCO F8 Pro dan POCO F8 Ultra, bakal digelar pada 4 Februari 2026.
Kehadiran seri ini langsung menyita perhatian karena POCO tampak ingin menaikkan kelas lini F Series ke level yang lebih serius. Bukan lagi sekadar ponsel berperforma kencang, POCO F8 Series diposisikan sebagai perangkat yang mendekati kategori true-flagship, dengan fokus pada tenaga, pengalaman penggunaan, dan fitur yang dibuat untuk pengguna berat.
POCO F8 Ultra jadi pusat perhatian
Dari dua model yang disiapkan, POCO F8 Ultra menjadi varian yang paling mencolok. Ponsel ini dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5, chipset kelas atas yang dirancang untuk menangani beban kerja berat, mulai dari gim kompetitif, multitasking ekstrem, hingga penggunaan intensif dalam waktu lama. Dengan dapur pacu seperti ini, POCO jelas mengincar pengguna yang menuntut performa tanpa kompromi.
Tak hanya mengandalkan tenaga, POCO juga memberi perhatian khusus pada sektor audio. Pada F8 Ultra, perusahaan menyematkan sub-woofer independen hasil pengembangan bersama BOSE. Kehadiran komponen ini menjadi pembeda yang cukup jarang ditemui di smartphone pada umumnya, terutama karena POCO mengklaim perangkat tersebut mampu menghadirkan dentuman bass yang lebih dalam dan lebih terasa.
Langkah ini menunjukkan bahwa POCO tidak hanya ingin dikenal sebagai merek yang mengutamakan kecepatan, tetapi juga mencoba menawarkan pengalaman multimedia yang lebih lengkap. Di tengah persaingan ponsel flagship yang kian padat, detail seperti audio bisa menjadi nilai jual yang penting untuk menarik perhatian pengguna.
POCO F8 Pro bidik pengguna yang butuh performa stabil
Sementara itu, POCO F8 Pro hadir sebagai opsi yang tetap bertenaga, tetapi dengan pendekatan yang sedikit lebih “aman” dibanding saudaranya yang lebih tinggi. Ponsel ini mengusung Snapdragon 8 Elite, chipset flagship generasi sebelumnya yang masih sangat kompeten untuk menjalankan berbagai kebutuhan berat. Mulai dari membuka banyak aplikasi sekaligus, mengedit konten, hingga bermain gim dalam sesi panjang, F8 Pro tetap diproyeksikan sanggup melakukannya dengan stabil.
Dengan strategi dua model ini, POCO tampaknya ingin menjangkau dua kelompok pengguna sekaligus. F8 Ultra ditujukan bagi mereka yang mengejar spesifikasi paling tinggi, sementara F8 Pro menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan performa flagship tanpa harus selalu masuk ke paket paling ekstrem. Pola seperti ini juga memberi ruang bagi POCO untuk tetap kompetitif di pasar yang sensitif terhadap kombinasi performa dan harga.
Harga resmi Indonesia masih dirahasiakan
Meski tanggal peluncuran sudah dipastikan, satu hal penting yang masih ditunggu publik adalah banderol resminya di Indonesia. Saat debut global di Bali, POCO F8 Series dibuka dengan harga mulai sekitar USD 529 atau setara Rp8,8 jutaan. Namun, angka tersebut belum bisa dijadikan patokan pasti untuk pasar Indonesia.
Hingga kini, POCO belum mengumumkan harga resminya untuk peluncuran 4 Februari 2026. Situasi ini membuat banyak calon pembeli menahan ekspektasi, sambil menunggu apakah POCO akan kembali bermain agresif seperti yang kerap dilakukan pada lini produknya sebelumnya. Di pasar Indonesia, pendekatan harga memang sering menjadi faktor penentu, apalagi untuk perangkat yang mengusung embel-embel flagship.
Dengan jadwal peluncuran yang sudah di depan mata, perhatian kini tertuju pada satu pertanyaan sederhana: seberapa jauh POCO akan mendorong ambisinya di Indonesia lewat F8 Series. Jawabannya baru akan terlihat saat perangkat ini resmi diperkenalkan pada 4 Februari mendatang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





