Pentingnya AI dalam Industri Media Digital: Sorotan Hary Tanoesoedibjo

by -189 Views

Pentingnya AI dalam Industri Media Digital: Sorotan Hary Tanoesoedibjo

Industri media digital sedang berada dalam fase yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan. Di satu sisi, perusahaan harus terus memproduksi konten yang segar agar tidak tertinggal dari kompetitor. Di sisi lain, biaya produksi, perubahan perilaku penonton, dan tekanan untuk menjaga efisiensi membuat model lama semakin sulit dipertahankan. Dalam situasi seperti ini, kecerdasan buatan atau AI mulai dipandang bukan sekadar alat bantu, melainkan bagian penting dari strategi bertahan.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menegaskan bahwa bisnis media tidak bisa lagi berjalan dengan pola kerja yang sama seperti sebelumnya. Menurutnya, platform digital, termasuk over-the-top (OTT) Vision+, dituntut untuk terus berinovasi agar tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat. Bagi industri yang bergerak cepat, ketergantungan pada cara produksi konvensional justru bisa menjadi beban.

AI dan Efisiensi Produksi Konten

Hary Tanoe menyoroti salah satu manfaat paling nyata dari AI, yakni efisiensi dalam proses produksi konten. Ia menilai ada banyak adegan yang secara teknis sulit dan membutuhkan biaya besar jika dikerjakan dengan metode live action. Dalam kondisi seperti itu, AI dapat membuka jalan baru untuk menghadirkan visual yang dibutuhkan tanpa harus menguras anggaran secara berlebihan.

Ia memberi gambaran tentang adegan-adegan ekstrem, seperti seseorang yang terjun ke jurang atau peristiwa kecelakaan besar. Jika dibuat secara langsung, kebutuhan teknisnya akan jauh lebih rumit, mulai dari lokasi, peralatan, hingga aspek keselamatan. Dengan dukungan AI, kebutuhan visual tersebut bisa diwujudkan lebih cepat dan lebih hemat, sambil tetap menjaga kualitas tayangan sesuai kebutuhan cerita.

Di titik inilah AI mulai memegang peran strategis. Bukan hanya membantu mempercepat proses kerja, tetapi juga memberi ruang bagi tim produksi untuk fokus pada aspek kreatif yang lain. Dalam industri yang bergerak di bawah tekanan waktu, kemampuan memangkas biaya dan durasi produksi menjadi nilai tambah yang sangat penting.

Micro-Drama, Kecepatan, dan Tekanan Bisnis

Relevansi AI menjadi semakin kuat ketika dikaitkan dengan format micro-drama. Jenis konten ini menuntut produksi yang cepat, ringkas, dan tetap menarik secara visual. Di pasar digital, format seperti ini memiliki tantangan tersendiri karena harus mampu mencuri perhatian penonton dalam waktu singkat, sekaligus diproduksi dengan biaya yang masuk akal.

Hary Tanoe menilai efisiensi menjadi kata kunci, terutama karena tingkat ARPU tidak bisa terus didorong terlalu tinggi. Dalam bisnis digital, ruang untuk menaikkan pendapatan per pengguna memiliki batas. Artinya, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan kenaikan harga atau beban biaya dari sisi konsumen. Strategi produksi pun harus menyesuaikan dengan realitas tersebut.

Di tengah tekanan itu, pemanfaatan AI menjadi salah satu jawaban yang dinilai paling rasional. Teknologi ini memungkinkan perusahaan media untuk tetap produktif tanpa harus selalu bergantung pada proses yang mahal dan memakan waktu. Bagi platform seperti Vision+, pendekatan seperti ini bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga soal menjaga keberlangsungan bisnis.

Adaptasi Teknologi Menjadi Syarat Bertahan

Lebih jauh, Hary Tanoesoedibjo menekankan bahwa perusahaan media harus siap bergerak mengikuti perubahan teknologi. Ketergantungan pada satu model bisnis dinilai tidak lagi cukup untuk menghadapi dinamika industri yang terus berubah. Dalam pandangannya, kemampuan beradaptasi adalah syarat utama agar platform digital bisa berkembang dan tetap memiliki daya saing.

Pernyataan ini sekaligus menggambarkan arah baru industri media digital, yang kini semakin bertumpu pada kombinasi kreativitas dan teknologi. AI bukan lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian dari fondasi kerja yang membantu industri merespons kebutuhan pasar dengan lebih lincah. Di tengah kompetisi konten yang makin padat, kecepatan inovasi menjadi pembeda yang menentukan.

Pemanfaatan AI, dalam konteks yang disorot Hary Tanoe, mencerminkan perubahan cara pandang di industri media: dari sekadar mengejar produksi sebanyak mungkin menjadi bagaimana menghasilkan konten yang efisien, relevan, dan tetap kompetitif. Bagi perusahaan yang ingin bertahan di pasar digital, langkah seperti ini tampak semakin sulit diabaikan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.