Honda Menangkap Peluang Besar: Quartararo Resmi Hijrah ke HRC untuk MotoGP 2027
Honda akhirnya mendapatkan nama yang selama ini mereka kejar untuk proyek kebangkitan di MotoGP. Fabio Quartararo resmi meninggalkan Yamaha dan menandatangani kontrak bersama HRC untuk musim 2027 dan 2028. Kepindahan ini sekaligus menutup delapan musim kiprah pembalap asal Prancis itu sebagai andalan pabrikan Jepang tersebut, sebuah fase panjang yang sempat melahirkan gelar dunia, tetapi berakhir dengan rasa frustrasi yang makin menumpuk.
Bagi Honda, perekrutan Quartararo bukan sekadar transfer besar. Ini adalah sinyal bahwa mereka serius membangun ulang fondasi tim dengan sosok yang punya reputasi, pengalaman, dan daya tarik teknis di paddock. Sementara bagi Quartararo, keputusan ini tampak menjadi jalan keluar dari kebuntuan yang ia rasakan bersama Yamaha dalam beberapa musim terakhir.
Akhir dari Delapan Musim Bersama Yamaha
Quartararo tercatat sebagai juara dunia terakhir Yamaha pada 2021, pencapaian yang sempat mempertegas statusnya sebagai salah satu talenta paling berharga di kelas utama. Namun, setelah momen itu, perkembangan motor Yamaha dinilai tak cukup cepat untuk menjawab persaingan yang semakin ketat. Dalam kondisi seperti itu, pembalap berusia muda itu disebut makin sulit menahan kekecewaan.
Minimnya lompatan performa menjadi isu utama yang terus membayangi hubungan Quartararo dengan pabrikan asal Iwata tersebut. Di level MotoGP, kecepatan bukan hanya soal bakat pembalap, tetapi juga soal seberapa cepat motor bisa mengikuti tuntutan kompetisi. Ketika perubahan yang diharapkan tak kunjung datang, pilihan untuk pindah pun akhirnya menjadi langkah yang masuk akal.
Keputusan hengkang ini juga mengakhiri periode panjang yang selama ini membuat Quartararo identik dengan Yamaha. Delapan musim bukan waktu singkat, apalagi untuk pembalap yang pernah menjadi wajah utama proyek pabrikan. Namun, loyalitas itu pada akhirnya kalah oleh kebutuhan untuk kembali bertarung di barisan depan.
Relasi yang Merenggang di Dalam Tim
Selain persoalan teknis, ada pula perubahan suasana di internal Yamaha yang ikut memengaruhi situasi. Sejak Lin Jarvis mundur pada akhir 2024 dan posisinya digantikan Paolo Pavesio, hubungan Quartararo dengan tim disebut tidak lagi seerat sebelumnya. Perubahan figur di struktur manajemen rupanya membawa dampak pada komunikasi yang selama ini menjadi salah satu penopang hubungan pembalap dan tim.
Quartararo bahkan dikabarkan lebih sering berbicara dengan para insinyur di pit ketimbang dengan Pavesio. Detail ini menggambarkan bahwa interaksi di dalam tim tidak lagi sehangat dulu, terutama ketika pembalap membutuhkan kepastian arah pengembangan motor. Dalam dunia MotoGP, jarak komunikasi sekecil apa pun bisa berdampak besar terhadap kepercayaan dan keputusan jangka panjang.
Di titik inilah Honda melihat peluang. Dengan membawa Quartararo ke garasi mereka, HRC mendapatkan sosok yang tidak hanya cepat, tetapi juga memahami standar sebuah proyek pabrikan besar. Statusnya sebagai mantan juara dunia membuatnya layak dijadikan referensi utama dalam proses pengembangan motor untuk musim-musim mendatang.
Honda Belum Menentukan Tandem Quartararo
Meski Quartararo sudah dipastikan bergabung, Honda belum mengumumkan siapa yang akan menjadi rekan setimnya. Sejumlah nama masih masuk dalam pembahasan, termasuk Joan Mir, Luca Marini, Pedro Acosta, dan Jorge Martín. Artinya, komposisi final tim masih menyisakan tanda tanya yang cukup besar.
Honda disebut cukup tertarik pada Marini, tetapi mereka juga ingin menilai kembali motivasi Mir sebelum mengambil keputusan akhir. Dengan kata lain, kursi tandem Quartararo belum benar-benar terkunci, dan kepastian baru kemungkinan muncul setelah kontrak Mir dan Marini berakhir pada akhir 2026.
Situasi ini membuat proyek HRC menuju 2027 tampak sedang disusun dengan sangat hati-hati. Quartararo sudah diamankan sebagai pilar utama, tetapi Honda masih harus memastikan bahwa pasangan yang dipilih nanti benar-benar cocok untuk mendukung arah pembangunan tim. Dalam persaingan MotoGP yang makin keras, satu keputusan salah bisa menghambat seluruh rencana.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





