Indonesia kembali masuk radar produksi film internasional, dan kali ini sorotan mengarah ke nama besar yang sudah akrab di telinga penggemar K-pop: Lisa BLACKPINK. Bukan lewat konser atau aktivitas musik, melainkan melalui proyek film Extraction: Tygo yang disebut akan mengambil gambar di beberapa titik di Jakarta, Bekasi, dan Kota Depok, Jawa Barat. Kabar ini langsung memantik perhatian karena melibatkan figur global sekaligus wilayah-wilayah yang punya ritme mobilitas tinggi di kawasan Jabodetabek.
Keberadaan Depok dalam daftar lokasi syuting menjadi salah satu detail yang paling menyita perhatian. Selama ini, kawasan tersebut tidak terlalu sering disebut sebagai latar produksi film berskala internasional. Karena itu, masuknya Depok ke dalam peta pengambilan gambar memberi warna baru dan memperlihatkan bahwa produksi ini tidak hanya berfokus pada pusat kota, tetapi juga merambah area penyangga yang padat aktivitas.
Izin Syuting Berlaku Sampai Akhir Maret 2026
Proses perizinan untuk film ini sudah masuk ke jalur resmi. Permohonan izin pengambilan gambar telah diterima oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Izin tersebut berlaku mulai 8 Desember 2025 hingga 30 Maret 2026. Karena melibatkan Warga Negara Asing serta lokasi lintas dua provinsi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Barat, pengurusan izin harus ditempuh melalui Mabes Polri.
Dengan skala seperti itu, syuting film ini jelas bukan produksi biasa. Ada koordinasi lintas wilayah, pengaturan teknis di lapangan, hingga penyesuaian agar aktivitas produksi tidak mengganggu lalu lintas maupun kegiatan warga di sekitar lokasi. Di kota-kota dengan kepadatan tinggi seperti Jakarta, Bekasi, dan Depok, detail semacam ini menjadi bagian penting dari keseluruhan proses.
Masuknya nama Lisa BLACKPINK juga memperbesar sorotan publik. Kehadirannya dalam proyek film internasional membuat informasi soal lokasi syuting cepat menyebar, terutama karena Indonesia jarang menjadi pusat perhatian dalam proyek film yang melibatkan artis dengan basis penggemar global sebesar dirinya.
Depok Jadi Titik Baru di Tengah Produksi Besar
Syuting Extraction: Tygo sendiri sudah dimulai di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Lokasi bersejarah itu menjadi salah satu titik awal produksi dan sekaligus menegaskan bahwa film ini memanfaatkan ruang kota yang punya karakter visual kuat. Dari sana, rencana pengambilan gambar kemudian meluas ke wilayah lain, termasuk Bekasi dan Depok.
Keputusan memasukkan Depok ke dalam rangkaian lokasi tentu memberi nilai tambah tersendiri. Bagi warga, ini bukan hanya soal kehadiran kru film dan peralatan produksi, tetapi juga penanda bahwa kota tersebut kini ikut dilirik sebagai latar cerita dalam proyek berskala besar. Dalam konteks industri film, pilihan lokasi kerap menjadi bagian penting untuk membangun suasana dan identitas visual, dan Depok kini masuk dalam percakapan itu.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Untuk mengantisipasi dampak di lapangan, skema rekayasa lalu lintas tambahan juga disiapkan untuk minggu depan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga arus kendaraan tetap bergerak di tengah aktivitas produksi yang melibatkan banyak personel dan perlengkapan.
Di wilayah padat seperti Jabodetabek, rekayasa lalu lintas bukan sekadar formalitas. Kehadiran kru, kendaraan pendukung, hingga pengamanan area syuting bisa memengaruhi ritme jalan di sekitar lokasi. Karena itu, penyesuaian semacam ini menjadi penting agar proses produksi tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan yang berlebihan bagi masyarakat.
Perpaduan antara nama besar Lisa BLACKPINK, status film internasional, serta lokasi syuting yang tersebar di beberapa kota membuat Extraction: Tygo menjadi salah satu proyek yang paling diperbincangkan. Dari Kota Tua hingga Depok, film ini bukan hanya membawa agenda produksi, tetapi juga menempatkan sejumlah sudut Indonesia ke dalam sorotan yang lebih luas.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





