Di tengah kabar duka atas kepergian Lula Lahfah, Reza Arap Oktovian memilih bersikap dengan nada yang jauh dari sorotan diri. Alih-alih membiarkan publik mengarahkan simpati kepadanya, ia justru meminta warganet untuk menaruh empati lebih besar kepada keluarga dan sahabat terdekat almarhumah. Sikap itu disampaikan Reza melalui akun pribadinya, @yourbae, dan langsung menjadi perhatian karena dianggap menunjukkan cara pandang yang lebih tenang di tengah suasana kehilangan.
Pernyataan Reza muncul saat nama Lula Lahfah ramai dibicarakan publik. Dalam situasi seperti ini, perhatian media sosial kerap bergerak cepat, kadang lebih fokus pada figur yang dianggap pernah dekat dengan sosok yang meninggal. Namun Reza justru menggeser arah percakapan itu. Ia menilai orang-orang yang paling layak menerima dukungan adalah mereka yang selama ini hidup paling dekat dengan Lula dan merasakan kehilangan secara langsung.
Reza Arap Soroti Keluarga dan Sahabat Lula
Dalam unggahannya, Reza menegaskan bahwa keluarga dan sahabat adalah pihak yang paling berat menanggung duka. Menurutnya, mereka bukan sekadar mengenal Lula dari luar, melainkan menjadi bagian dari keseharian yang telah terjalin lama. Karena itu, beban emosional yang mereka hadapi tentu tidak bisa disamakan dengan pihak lain yang hanya mengetahui Lula dalam ruang interaksi yang lebih terbatas.
Reza juga mengakui bahwa dirinya memang pernah memiliki kedekatan dengan Lula. Meski begitu, ia menilai pengalaman personal itu tidak bisa dibandingkan dengan ikatan panjang yang dimiliki Lula bersama keluarga dan sahabatnya. Dari sudut pandangnya, justru mereka yang paling berhak mendapatkan ruang untuk berduka tanpa harus terbebani oleh perhatian publik yang terlalu melebar.
Tak Ingin Jadi Pusat Simpati
Sikap Reza ini menarik perhatian karena ia secara terbuka menolak ditempatkan sebagai pusat simpati. Dalam unggahannya, ia seolah ingin menegaskan bahwa rasa kehilangan yang layak disorot bukanlah miliknya, melainkan milik orang-orang yang benar-benar hidup bersama Lula dalam waktu yang panjang. Pesan itu terasa sederhana, tetapi penting, terutama di tengah budaya media sosial yang sering kali membuat duka berubah menjadi percakapan yang tercecer ke mana-mana.
Reza berharap publik lebih peka dalam merespons kabar tersebut. Baginya, bentuk empati yang paling tepat bukan dengan memperbesar peran dirinya, melainkan dengan memberi perhatian yang pantas kepada keluarga dan sahabat Lula. Dengan begitu, mereka bisa menjalani masa berduka tanpa tekanan tambahan dari luar.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam setiap kabar kehilangan, ada garis yang seharusnya dijaga: siapa yang paling dekat dengan almarhumah, dan siapa yang paling membutuhkan ruang untuk diam, menangis, dan memproses duka. Reza memilih berada di sisi itu, yakni mendorong publik untuk tidak salah fokus ketika empati sedang dibutuhkan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





