Analisis Kenapa Thierry Neuville Kesulitan di WRC Monte Carlo
Thierry Neuville datang ke Reli Monte Carlo dengan status besar: juara WRC 2024 dan pemenang dua kali di ajang yang sama. Namun, kali ini pembalap Hyundai World Rally Team itu justru pulang dengan hasil yang jauh dari harapan. Neuville mengaku tidak mampu mendorong Hyundai i20 hingga batas maksimal, dan situasi itu berujung pada finis di posisi kelima, lebih dari sepuluh menit di belakang pemenang Oliver Solberg dari Toyota.
Neuville Tak Pernah Benar-Benar Nyaman
Sejak awal reli, Neuville sudah menghadapi rangkaian masalah yang membuat ritmenya terganggu. Ia beberapa kali keluar jalur, sempat masuk ke parit, mengalami ban bocor, hingga spin di tengah kondisi salju dan es yang licin. Dalam reli seperti Monte Carlo, detail kecil bisa langsung mengubah hasil, dan bagi Neuville, kesalahan-kesalahan itu menumpuk menjadi beban besar sepanjang lomba.
Neuville juga menyoroti adaptasinya terhadap mobil Hyundai dan ban Hankook yang digunakan dalam kondisi ekstrem. Menurutnya, kombinasi itu belum memberinya rasa percaya diri yang cukup untuk memacu mobil secara agresif. Di saat para pesaing terlihat lebih stabil, Neuville justru masih mencari batas aman antara kecepatan dan kendali.
Hyundai Masih Mencari Formula Terbaik
Meski hasil akhirnya belum memuaskan, Neuville dan Hyundai tetap melakukan sejumlah perbaikan pada mobil selama reli berlangsung. Upaya itu menjadi sinyal bahwa tim belum menyerah, meski mereka sadar pekerjaan rumah masih sangat banyak. Direktur Olahraga Hyundai, Andrew Wheatley, juga mengakui bahwa performa tim belum berada pada level ideal dan masih perlu dibenahi sebelum menghadapi seri berikutnya.
Neuville sendiri tetap melihat peluang yang lebih baik di reli mendatang, terutama di Swedia dan lintasan gravel. Ia menilai karakter trek tersebut bisa memberi gambaran yang lebih jelas soal perkembangan Hyundai setelah serangkaian penyesuaian yang dilakukan di Monte Carlo.
Fourmaux Lebih Menonjol, Tapi Masalah Hyundai Belum Selesai
Di sisi lain, Adrien Fourmaux justru tampil lebih meyakinkan untuk Hyundai. Ia mampu meraih kemenangan di beberapa etape dan menunjukkan bahwa mobil masih punya potensi saat kondisi tertentu berpihak. Meski begitu, Fourmaux juga tidak menutup mata bahwa Hyundai masih tertinggal dalam beberapa aspek dibandingkan Toyota.
Hasil Monte Carlo pada akhirnya memperlihatkan satu hal penting: Hyundai punya kecepatan, tetapi belum sepenuhnya menemukan kestabilan. Bagi Neuville, reli ini menjadi pengingat bahwa status juara dunia tidak otomatis membuat segalanya mudah ketika cuaca, ban, dan karakter mobil berjalan tidak seimbang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





