Roblox kembali terlibat dengan kasus terkait pemain remaja yang hilang setelah terindikasi ingin bertemu kenalannya di dalam game tersebut. Ancaman keamanan bagi pemain usia belia dan remaja di platform Roblox bukan hal yang baru. Setelah beberapa kontroversi terkait dengan pemblokiran YouTuber yang memburu predator anak di dalam game, permasalahan keamanan pemain muda, petisi untuk menggulingkan pimpinan perusahaan, dan penolakan game ini masuk ke Rusia, kini perusahaan game tersebut harus menghadapi kembali masalah dengan pihak berwajib.
Dilansir oleh Long Island News 12 (via Dexerto), seorang remaja bernama Thomas Medlin (15 tahun) dilaporkan hilang selama 2 minggu sejak 9 Januari 2026. Berdasarkan penyelidikan awal dari detektif kepolisian New York, Thomas diduga pergi untuk bertemu pemain lain yang dikenalnya melalui Roblox, dengan lokasi pertemuan di New York City.
Orang tua korban mengakui bahwa perilaku Thomas saat itu tidak seperti biasanya, hingga ia bersedia bertemu dengan orang asing yang hanya dikenal melalui chat. Perusahaan game sendiri turut membantu penyelidikan dengan memeriksa server game.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Thomas tidak diarahkan untuk berkomunikasi di luar game, tidak mengungkapkan informasi kontak pribadi seperti username dan nomor telepon, isi chat tidak melanggar ketentuan, dan tidak ada indikasi penggunaan voice chat.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai kasus yang melibatkan pemain remaja dalam game tersebut?





