Alfamart Resmikan 100 UCOllect Box Terintegrasi Alfagift

by -196 Views

Alfamart Resmikan 100 UCOllect Box Terintegrasi Alfagift

Alfamart memperluas langkah pengelolaan limbah rumah tangga dengan cara yang lebih dekat ke konsumen. Memasuki awal 2026, jaringan ritel ini resmi mengoperasikan 100 unit UCOllect Box yang tersebar di 18 kota di Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengumpulan minyak jelantah agar tidak lagi berakhir sebagai limbah yang sulit ditangani.

Yang membuat program ini menonjol bukan hanya karena jumlah titik pengumpulannya bertambah, tetapi juga karena skemanya dirancang sederhana. Masyarakat dapat membawa minyak goreng bekas pakai ke gerai Alfamart yang menyediakan UCOllect Box, lalu menukarkannya menjadi saldo rupiah. Dengan cara ini, limbah rumah tangga yang biasanya dianggap tidak bernilai justru bisa memiliki manfaat ekonomi.

100 Titik Pengumpulan, 18 Kota, dan Akses yang Lebih Mudah

Hingga saat ini, UCOllect Box telah beroperasi di 18 kota di Indonesia. Penempatan kotak pengumpulan di gerai Alfamart menjadi strategi yang memudahkan masyarakat karena titik serahnya berada di lokasi yang sudah akrab dan mudah dijangkau. Konsumen tidak perlu mencari tempat khusus untuk menyerahkan minyak jelantah, cukup datang ke gerai yang tersedia layanan tersebut.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak harus selalu dimulai dari kebijakan besar yang jauh dari keseharian warga. Justru lewat fasilitas sederhana di dekat rumah, kebiasaan baru bisa dibangun. Minyak goreng bekas yang sebelumnya kerap dibuang begitu saja kini diarahkan ke jalur yang lebih bertanggung jawab.

Terhubung dengan Alfagift dan noovoleum

Salah satu pembaruan penting dalam program ini adalah integrasi aplikasi Alfagift dengan noovoleum yang disebut sudah rampung. Integrasi tersebut membuat proses penukaran menjadi lebih terhubung secara digital. Setelah minyak jelantah ditukar melalui aplikasi UCOllect, saldo rupiah yang diperoleh pengguna dapat dikonversi menjadi A-Poin Alfagift.

A-Poin itu nantinya bisa digunakan untuk berbelanja di Alfamart, sehingga insentif yang diterima masyarakat tidak berhenti pada uang tunai semata. Skema ini memberi pilihan yang lebih fleksibel bagi pengguna, terutama mereka yang memang rutin berbelanja di gerai Alfamart.

Bonus untuk Setiap Konversi

Dalam mekanismenya, setiap konversi juga mendapat bonus 500 A-Poin, dengan syarat minimum penukaran Rp5.500 per liter melalui aplikasi UCOllect. Ketentuan ini menjadi bagian dari cara Alfamart mendorong partisipasi publik agar pengumpulan minyak jelantah dilakukan lebih konsisten dan teratur.

Dari sisi perilaku konsumen, pola semacam ini bisa menjadi penggerak yang efektif. Masyarakat tidak hanya diajak peduli pada lingkungan, tetapi juga diberi alasan praktis untuk ikut terlibat. Ada manfaat ekonomi, ada kemudahan akses, dan ada jalur pemanfaatan yang jelas melalui sistem digital yang terintegrasi.

Membangun Kebiasaan Baru dalam Mengelola Limbah

Alfamart berharap kehadiran 100 UCOllect Box tersebut dapat membentuk kebiasaan baru dalam menangani minyak jelantah. Selama ini, limbah rumah tangga kerap berakhir tanpa pengelolaan yang memadai. Melalui program ini, masyarakat diarahkan untuk memandang minyak bekas pakai bukan sebagai sampah, melainkan material yang masih bisa dimanfaatkan kembali.

Perluasan jaringan pengumpulan itu juga memperlihatkan bagaimana sektor ritel mulai mengambil peran lebih aktif dalam isu keberlanjutan. Dengan memanfaatkan gerai yang sudah tersebar luas, akses daur ulang menjadi lebih terbuka bagi konsumen sehari-hari. Di titik inilah program UCOllect memperoleh relevansinya: sederhana, dekat, dan langsung menyentuh kebiasaan rumah tangga.

Di tengah meningkatnya perhatian pada pengelolaan lingkungan, langkah seperti ini memberi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari aktivitas kecil yang dilakukan secara rutin. Minyak jelantah yang biasanya dianggap selesai setelah dipakai, kini punya jalur baru untuk dikumpulkan, diolah, dan memberi nilai balik bagi masyarakat.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.