Prestasi Oliver Solberg sebelum Red Flag Kabut

by -34 Views

Oliver Solberg memulai debutnya sebagai pembalap Rally1 penuh waktu di WRC dengan penampilan yang mengesankan di Reli Monte Carlo. Dia sukses menghadapi kondisi musim dingin berbahaya dan bahkan berhasil memimpin perlombaan. Solberg menunjukkan performa gemilang di jalan aspal pegunungan yang tertutup salju dan es, mengakhiri etape dengan keunggulan 44,2 detik atas Elfyn Evans dari Toyota. Sebastien Ogier, juara dunia bertahan, harus puas berada di posisi ketiga setelah menutup hari 1:08,6 detik di belakang Solberg. Thierry Neuville dan Jon Armstrong juga menunjukkan penampilan impresif meskipun harus melawan kondisi basah yang sulit dan awan rendah.

Tim-tim harus berani menggunakan ban super lembut untuk menghadapi kondisi sulit tersebut. Meskipun Evans dan Ogier berhasil menetapkan tempo awal, Solberg mampu memisahkan diri dari keduanya tanpa menggunakan ban super lembut. Selain itu, Fourmaux tampil sebagai pembalap Hyundai tercepat di posisi keempat, sementara Takamoto Katsuta memimpin di sesi shakedown dan finis di urutan kelima.

Kondisi cuaca juga memainkan peran penting dalam reli ini, terutama saat etape malam pertama di Esclangon/Seyne-les-Alpes. Dalam kondisi lumpur, salju, dan gundukan es, Solberg berhasil mencatatkan waktu yang mengesankan, lebih cepat dari rival terdekatnya, Evans. Meskipun Ogier mengalami kesulitan dengan ban, Armstrong mampu mencatatkan waktu tercepat ketiga meskipun mengalami beberapa insiden di jalan.

Kondisi bendera merah juga menjadi sorotan, terutama ketika kabut tebal menyelimuti etape Vaumeilh/Claret. Banyak pembalap menganggap kondisi tersebut sangat berbahaya, namun beberapa berhasil melaluinya, termasuk Ogier yang memenangkan etape dengan selisih tujuh detik dari Solberg. Akhirnya, pejabat reli harus mengeluarkan bendera merah setelah beberapa mobil Rally1 berhasil melewati etape.

Terlepas dari drama dan kesulitan yang dihadapi, reli Monte Carlo mempertontonkan penampilan yang menarik dan beragam dari para pembalapnya. Selain itu, kembalinya Lancia ke WRC tidak berjalan mulus, dengan Yohan Rossel dan Nikolay Gryazin mengalami kerusakan suspensi. Namun, Eric Camilli berhasil memimpin di kelas WRC2. Dengan banyak kejutan dan tantangan, reli Monte Carlo terus menjadi salah satu acara yang paling dinantikan dalam kalender Rally1.

Source link