Menjelang musim baru Formula 1, banyak pendapat muncul tentang persaingan di lintasan, kekuatan tim, masalah yang dihadapi, dan rumor yang tersebar. Namun, Helmut Marko, mantan Red Bull Racing, mengemukakan pandangan yang sangat dipertimbangkan tentang perkembangan RB22 dan mesin baru Red Bull Powertrains yang dibuat bersama Ford Racing. Marko, sebagai sosok yang berpengalaman dalam dunia balap, memberikan peringatan tentang ketatnya persaingan yang mungkin terjadi di musim mendatang dan perubahan signifikan yang mungkin terjadi seiring dengan pengujian di Sakhir dan balapan awal.
Menurut Marko, pada 2025, perbedaan kinerja mobil di lintasan semakin tipis, namun dia khawatir pada 2026 jarak antara mobil bisa semakin lebar. Ia menyoroti berbagai faktor seperti mesin, baterai, perangkat lunak, dan jenis bahan bakar yang digunakan. Mercedes tampaknya menjadi tim yang lebih maju dalam pengembangan mesin, dan dengan adanya perubahan regulasi yang signifikan, mobil balap diprediksi akan semakin jauh jaraknya satu sama lain.
Marko mengungkapkan kekhawatirannya terkait fleksibilitas sayap dan performa baterai dalam merangsang potensi perbedaan performa yang besar di antara mobil balap. Jika skenario ini terjadi, FIA kemungkinan akan meresponsnya, meskipun perubahan aturan terkait mesin tidak bisa dilakukan secara instan. Hal ini membawa tantangan baru bagi tim untuk menyatukan berbagai aspek teknis dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di dunia balap Formula 1.





