Al-Attiyah dari tim Dacia berhasil memenangkan gelar Dakar keenamnya pada tahun 2026, mendekati rekor keseluruhan yang dipegang oleh Stephane Peterhansel. Kompetisi Dakar kali ini mencatat keikutsertaan 10 pembalap dari lima pabrikan yang berbeda, menghasilkan kemenangan etape individu yang merata di antara mereka. Al-Attiyah mengalami fluktuasi performa selama reli tersebut, tetapi kemampuannya tetap terlihat ketika ia meraih dua kemenangan krusial dan menghindari masalah yang melanda lawan-lawannya.
Pada awal reli, Ford tampil menonjol dengan keempat pembalapnya menggunakan Ford Raptor yang diperbarui. Namun, fluktuasi performa dari Ford dan Toyota membuka peluang bagi Al-Attiyah. Seiring reli berlangsung, Al-Attiyah semakin menunjukkan dominasinya, terutama setelah etape ke-10. Pada akhir reli, Al-Attiyah berhasil mempertahankan keunggulan dan menyelesaikan reli dengan keunggulan waktu yang signifikan.
Meskipun Al-Attiyah sudah dipastikan sebagai pemenang, persaingan sengit terjadi di posisi podium terakhir. Pembalap dari Ford, Nani Roma, bersaing sengit dengan Sebastien Loeb hingga hari terakhir. Akhirnya, Ekstrom dari Ford berhasil mempertahankan posisi ketiga meski dihadapi tantangan dari Loeb secara konsisten.
Selain itu, kehadiran Toyota dalam reli yang diharapkan tinggi juga mencatat performa yang kuat. Meskipun Henk Lategan menghadapi berbagai masalah, Toyota tetap memiliki perwakilan yang solid di Toby Price dan Seth Quintero. Kemenangan Al-Attiyah ini juga menandai kemenangan keseluruhan kedua untuk Grup Renault dalam sejarah Dakar.
Dalam reli yang diwarnai dengan kompetisi sengit, Al-Attiyah berhasil menunjukkan keunggulan dan konsistensi dalam performa balapnya. Dengan jumlah kemenangan Dakar yang semakin bertambah, Al-Attiyah semakin disegani di dunia balap lintas negara. Dengan demikian, reli Dakar 2026 menyajikan persaingan yang menarik dan beragam, menampilkan keberagaman pembalap dan pabrikan yang terlibat.





