Ridho Yakin Adaptasi dengan Herdman: Proses Lancar dan Berhasil

by -231 Views

Ridho Yakin Adaptasi dengan Herdman: Proses Lancar dan Berhasil

Perubahan di kursi pelatih Timnas Indonesia kembali memunculkan pertanyaan yang sama: secepat apa para pemain bisa menyatu dengan sistem baru? Di tengah peralihan dari Patrick Kluivert ke John Herdman, Rizky Ridho justru memilih melihat situasi ini dari sisi yang lebih tenang. Bek andalan Timnas Indonesia itu percaya, masa transisi yang sedang berjalan tidak akan menjadi penghalang besar bagi tim.

Keyakinan Ridho bukan tanpa alasan. Ia menilai waktu yang tersedia menuju Piala AFF 2026 pada Juli mendatang masih cukup untuk membangun ulang pemahaman di dalam skuad. Apalagi, para pemain dijadwalkan kembali berkumpul pada Maret, yang menurutnya bisa menjadi titik awal penting untuk mengenal lebih jauh cara kerja Herdman, baik dalam latihan maupun dalam penerapan strategi di lapangan.

Ridho melihat adaptasi sebagai proses yang wajar

Bagi Ridho, pergantian pelatih memang selalu membawa konsekuensi. Akan ada penyesuaian dalam pola latihan, instruksi permainan, hingga cara pelatih membaca karakter pemain. Namun, ia tidak melihat semua itu sebagai sesuatu yang sulit dilewati. Ia justru menilai proses adaptasi adalah bagian normal dalam sepak bola, terutama ketika tim nasional sedang berada dalam fase perubahan besar.

Ridho optimistis skuad Garuda bisa segera memahami tuntutan Herdman. Menurutnya, kesempatan berkumpul pada Maret akan sangat membantu, karena para pemain dapat langsung berinteraksi dalam suasana pemusatan latihan dan mulai menangkap detail-detail penting yang diinginkan pelatih baru.

Ia juga menyoroti keberadaan pemain-pemain lokal yang akan memperkuat komunikasi di dalam tim. Dalam pandangannya, kehadiran mereka dapat mempercepat penyampaian instruksi serta mempermudah proses saling memahami antarpemain. Situasi ini dianggap penting agar adaptasi terhadap sistem baru tidak berjalan tersendat.

Fokus tetap sama: kerja keras dan kontribusi nyata

Perubahan pelatih ini datang setelah Patrick Kluivert gagal memenuhi target membawa Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Meski begitu, Ridho tidak larut dalam situasi tersebut. Ia memilih tetap bersikap profesional dan menaruh perhatian penuh pada tugasnya sebagai pemain yang harus siap kapan pun dibutuhkan.

Ridho menegaskan bahwa setiap kali mendapat kepercayaan untuk tampil, dirinya akan berusaha memberikan performa terbaik. Baginya, yang paling penting bukan sekadar ikut menjalani proses, melainkan memastikan kehadirannya benar-benar memberi dampak bagi tim. Sikap itu menjadi bentuk tanggung jawab pribadi di tengah perubahan besar yang sedang dialami Timnas Indonesia.

Di level tim, ia berharap semangat saling mendukung antarpemain bisa menjadi kekuatan tambahan. Menurut Ridho, transisi pelatih akan terasa lebih ringan jika seluruh anggota skuad punya komitmen yang sama untuk saling membantu dan menjaga kekompakan. Dengan fondasi seperti itu, ia percaya Timnas Indonesia punya peluang untuk bergerak ke arah yang lebih baik.

Transisi yang bisa jadi awal baru

Perubahan dari Kluivert ke Herdman memang menandai babak baru bagi Timnas Indonesia. Namun, dari sudut pandang Ridho, momen ini tidak harus dibaca sebagai beban. Sebaliknya, transisi bisa menjadi ruang untuk membangun ulang ritme permainan, memperbaiki komunikasi, dan menata ulang target yang ingin dikejar dalam waktu dekat.

Dengan jadwal berkumpul pada Maret dan Piala AFF 2026 yang masih menunggu di Juli, Ridho melihat ada cukup waktu bagi tim untuk menyesuaikan diri. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi, keterbukaan terhadap ide pelatih baru, serta kerja keras di setiap kesempatan latihan maupun pertandingan. Dari situ, ia yakin proses adaptasi bisa berjalan lancar dan berbuah hasil yang diharapkan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.