Meta dilaporkan mulai menarik diri dari industri gaming dan dikabarkan berakhir dengan menutup 2 studio Oculus miliknya. Meskipun VR gaming belum menjadi mainstream saat ini karena hambatan harga perangkat yang mahal dan minimnya developer besar yang membuat game di sana, Meta (sebelumnya dikenal sebagai Facebook Company) tetap menjadi pemain besar dengan Oculus VR. Namun, kabar terbaru menunjukkan bahwa perusahaan itu tampaknya mulai mundur dari industri tersebut.
Laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa sekitar 10% karyawan di divisi Reality Labs Meta akan terkena pemutusan hubungan kerja. Sehari setelah laporan tersebut, gelombang PHK mulai merambah dan menargetkan studio game internal, seperti Twisted Pixel Games dan Sanzaru Games.
Reality Labs mengawasi Oculus Studios, divisi yang mengelola studio pengembang game first party untuk lini headset VR Meta Quest. Kedua studio tersebut konon telah ditutup, seperti yang diumumkan oleh Andy Gentile dari Twisted Pixel dan Ray West dari Sanzaru Games melalui media sosial.
Penutupan ini mengejutkan mengingat prestasi dari kedua studio tersebut. Twisted Pixel baru saja merilis Deadpool VR untuk Meta Quest 3, sementara Sanzaru dikenal melalui Asgard’s Wrath dan Asgard’s Wrath 2 yang dianggap sebagai RPG VR terbaik di pasaran.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Meta mungkin sedang mempertimbangkan ulang investasinya di sektor gaming VR, meskipun sebelumnya telah mengalokasikan dana besar untuk konten eksklusif first party. Bagi komunitas VR, keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang rencana jangka panjang Meta dalam mendukung game first party di platform Quest ke depan.
Jika Anda seorang gamer VR yang memainkan game dari Meta, mungkin Anda juga tertarik dengan Steam Frame VR yang diumumkan oleh Steam akhir tahun lalu, yang sepertinya akan menjadi pesaing serius di platform tersebut.





