Dilepas Alpine F1, Masa Depan Jack Doohan Masih Tertutup
Perjalanan Jack Doohan di Formula 1 bersama Alpine harus berhenti lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak. Pembalap asal Australia itu resmi berpisah dengan tim setelah hanya menjalani tujuh balapan grand prix sejak debutnya di GP Abu Dhabi 2024. Keputusan ini bukan sekadar pergantian line-up biasa, melainkan sinyal betapa cepat situasi bisa berubah di level tertinggi balap mobil, terutama ketika hasil di lintasan tak sejalan dengan ekspektasi awal musim.
Doohan sempat diproyeksikan sebagai salah satu nama muda yang bisa mendapat ruang lebih panjang di Formula 1. Namun, awal musim F1 2025 berjalan jauh dari kata ideal. Di tengah tekanan performa dan beberapa insiden di lintasan, Alpine akhirnya memilih mengakhiri kerja sama lebih cepat. Langkah itu sekaligus membuka bab baru bagi Doohan, meski arah kariernya sendiri masih belum menemukan titik terang.
Alpine Ambil Keputusan Cepat di Tengah Tekanan Hasil
Pada awal F1 2025, Doohan mendapat kepercayaan tampil sebagai pembalap utama Alpine bersama Pierre Gasly. Penunjukan itu sempat memberi harapan bahwa ia akan punya kesempatan membangun reputasi di tim pabrikan asal Prancis tersebut. Akan tetapi, rangkaian hasil yang tak memuaskan membuat posisinya semakin rapuh dari waktu ke waktu.
Dalam dunia Formula 1, kursi pembalap tidak pernah benar-benar aman. Setiap seri membawa konsekuensi, dan setiap kesalahan bisa berdampak langsung pada masa depan seorang pebalap. Situasi itulah yang tampaknya dialami Doohan. Alpine kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama, dengan alasan memberi ruang bagi sang pembalap untuk mencari peluang profesional lain di luar tim.
Keputusan tersebut menutup masa singkat Doohan bersama Alpine, tim yang sebelumnya sempat dipandang sebagai pintu penting untuk menancapkan kaki lebih dalam di F1. Bagi Doohan, berakhirnya kerja sama ini tentu menjadi pukulan, tetapi juga menandai fase baru yang menuntut arah lebih jelas dalam kariernya.
Opsi Super Formula Jadi Jalur yang Paling Masuk Akal
Hingga sekarang, masa depan Doohan untuk musim 2026 masih belum pasti. Salah satu jalur yang paling mungkin dibuka adalah pindah ke Super Formula di Jepang bersama KONDO Racing. Opsi ini dinilai menarik karena Super Formula dikenal sebagai kompetisi yang kompetitif dan kerap menjadi tempat penting bagi pembalap yang ingin menjaga ritme balap sekaligus membuka peluang baru.
Jika rencana itu benar-benar terwujud, Doohan akan memasuki lingkungan yang punya kaitan erat dengan Toyota. Faktor ini ikut menambah perhatian terhadap langkah berikutnya, karena nama Toyota memiliki bobot tersendiri dalam peta motorsport internasional. Bagi Doohan, keputusan tersebut bisa menjadi cara untuk tetap kompetitif sambil menunggu kesempatan lain yang mungkin muncul di masa depan.
Jejak Keluarga dan Koneksi Motorsport yang Masih Terbuka
Nama Doohan sendiri bukan nama asing di dunia balap. Hubungannya dengan Toyota juga disebut memiliki dimensi lain, termasuk melalui ayahnya, Mick Doohan, yang dikaitkan dengan merek tersebut. Selain itu, ada pula hubungan yang disebut berkaitan dengan Haas F1, sehingga langkah selanjutnya Jack Doohan menjadi semakin menarik untuk diikuti.
Untuk saat ini, belum ada kepastian final mengenai apakah ia benar-benar akan membela KONDO Racing. Namun, satu hal sudah jelas: setelah dilepas Alpine, Doohan kini berada di fase yang menentukan. Ia tidak lagi punya ruang untuk sekadar menunggu, dan setiap opsi yang terbuka akan sangat memengaruhi arah kariernya setelah pintu Formula 1 menutup lebih cepat dari perkiraan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





