Serah Terima realme 15 Pro 5G di M7 World Championship
Jakarta langsung menjadi sorotan komunitas esports dunia saat M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang resmi dimulai pada Jumat, 9 Januari 2026. Namun, yang menarik bukan hanya seremoni pembukaannya yang meriah. Di tengah panggung gala itu, realme mengambil peran yang cukup penting: menyerahkan realme 15 Pro 5G kepada 16 tim peserta dan sekaligus menegaskan status perangkat tersebut sebagai Official Gaming Phone M7.
Momen ini terasa lebih dari sekadar seremoni sponsor. Di ajang sebesar M7, simbol kesiapan perangkat sama pentingnya dengan kesiapan para pemain. Karena itu, prosesi serah terima yang dilakukan realme menjadi penanda bahwa turnamen sudah memasuki fase kompetitif yang sesungguhnya, dengan seluruh tim membawa perangkat yang sama untuk menunjang pertarungan di level tertinggi.
Seremoni simbolis untuk 16 tim peserta
Penyerahan perangkat dilakukan oleh Krisva Angnieszca, perwakilan realme Indonesia, kepada para peserta dari sejumlah tim yang tampil di M7. Nama-nama seperti Alter Ego yang diwakili Gotten, SRG.OG melalui Veki, ONIC lewat Kelra, serta tim lainnya turut menerima perangkat tersebut dalam rangkaian acara yang berlangsung di pembukaan gala.
Prosesi itu tidak hanya menjadi bagian formalitas turnamen, tetapi juga menegaskan bahwa 16 tim peserta telah memasuki tahap persiapan final sebelum bertanding. Dalam konteks M7, serah terima ini menjadi simbol bahwa seluruh perangkat sudah berada di tangan para pemain, dan perhatian kini sepenuhnya beralih ke performa di arena.
Salah satu bagian paling mencuri perhatian dari acara tersebut adalah saat para pemain dari 16 tim mengangkat realme 15 Pro 5G mereka secara serentak setelah hitungan mundur selesai. Momen itu disebut sebagai Device Exchange Ceremony terbesar dalam sejarah M Series. Dari sisi visual, adegan tersebut menampilkan kesan kuat bahwa panggung M7 bukan hanya soal pertandingan, melainkan juga soal standar baru dalam ekosistem turnamen esports.
realme 15 Pro 5G diposisikan untuk kebutuhan kompetitif
Penunjukan realme 15 Pro 5G sebagai perangkat utama turnamen tidak datang tanpa alasan. Ponsel ini dibekali Snapdragon 7 Gen 4, mode GT Boost, baterai Titan 7.000mAh, serta dukungan pengisian daya 80W. Kombinasi itu diposisikan untuk menjawab kebutuhan permainan kompetitif yang menuntut performa stabil, daya tahan panjang, dan pengisian yang efisien.
Di arena esports profesional, konsistensi sering kali lebih penting daripada sekadar angka spesifikasi. Karena itu, kehadiran baterai besar dan sistem pengisian cepat menjadi nilai tambah yang relevan, terutama saat pertandingan berlangsung dalam jadwal padat. Dengan perangkat ini, realme tampak ingin menunjukkan bahwa ponsel gaming modern harus sanggup bertahan di tekanan turnamen, bukan hanya unggul saat uji performa singkat.
Langkah ini juga memperlihatkan perubahan cara industri memandang perangkat gaming. Kini, ponsel tidak cukup hanya cepat saat menjalankan game, tetapi juga harus stabil, tahan lama, dan bisa diandalkan dalam momen krusial. Itulah yang membuat realme 15 Pro 5G ditempatkan di pusat turnamen sebesar M7.
Indonesia punya dua wakil di fase penentuan
Setelah seremoni pembukaan, perhatian berikutnya tertuju pada jadwal pertandingan. M7 World Championship memasuki tahap Knockout Stage pada 10-25 Januari 2026, sebelum grand final digelar pada 25 Januari 2026 di Tennis Indoor Stadium, GBK. Rangkaian ini menjadi fase yang paling menentukan karena setiap kesalahan kecil bisa langsung berujung pada tersingkirnya tim.
Bagi publik Indonesia, ada alasan tambahan untuk mengikuti turnamen ini lebih dekat. Dua wakil tuan rumah, yakni ONIC Esports dan Alter Ego, ikut bersaing membawa harapan di panggung terbesar Mobile Legends tahun ini. Kehadiran mereka menambah tensi kompetisi, sekaligus membuat atmosfer M7 di Jakarta terasa lebih dekat dengan penonton lokal.
Dengan 16 tim dari berbagai negara, knockout stage diperkirakan berlangsung ketat sejak awal. Di tengah persaingan itu, serah terima realme 15 Pro 5G menjadi pembuka yang bukan hanya simbolis, tetapi juga mencerminkan bagaimana turnamen esports modern kini dibangun dengan detail yang matang, dari panggung hingga perangkat yang dipakai para pemain.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





