Respons 7 Negara NATO Terhadap Niat Trump Memiliki Greenland

by -20 Views

Tujuh negara anggota NATO memberikan respons tegas terhadap rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengambil alih Greenland. Bersama Denmark, keenam negara sekutunya menegaskan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya dan keputusan terkait wilayah tersebut hanya dapat ditentukan oleh Denmark dan Greenland. Hal ini disampaikan dalam pernyataan bersama oleh para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris. Mereka menekankan pentingnya menghormati kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan Greenland di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Arktik.

Para pemimpin Eropa juga menegaskan bahwa keamanan Arktik tetap menjadi prioritas utama bagi Eropa. Mereka menyoroti peningkatan kehadiran, aktivitas, serta investasi sekutu-sekutu Eropa untuk menjaga stabilitas kawasan yang semakin strategis secara geopolitik dan militer. Keamanan di Arktik diharapkan dicapai secara bersama-sama dengan sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan prinsip-prinsip Piagam PBB sebagai dasar, seperti kedaulatan, integritas teritorial, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan.

Meski menentang ide pengambilalihan Greenland, pernyataan bersama tetap menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah mitra penting. Amerika Serikat memiliki peran strategis baik sebagai sekutu NATO maupun melalui perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan Amerika Serikat pada 1951. Negara-negara Nordik juga mengungkapkan sikap yang sejalan dengan tindakan Eropa dalam menyangkut keamanan dan stabilitas di kawasan Arktik. Mereka menegaskan komitmen kolektif untuk menjaga kerja sama di Arktik dan memperkuat pencegahan dan pertahanan di wilayah ini.

Pemerintah Greenland dan Denmark telah meminta pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyusul pernyataan Trump terkait Greenland. Trump telah mengungkapkan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, sebuah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt, telah mengajukan permintaan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dan diharapkan Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, turut berpartisipasi.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, telah menekankan untuk menghentikan ancaman Trump terhadap Greenland, dengan mengindikasikan penolakannya terhadap ide pengambilalihan Greenland. Para pemimpin secara tegas menegaskan prinsip-prinsip hukum internasional dan prinsip dasar Piagam PBB dalam menjaga keamanan kawasan Arktik.

Source link