Kasus PHK Developer GTA 6: Rockstar Ungkap Bukti Baru

by -204 Views

Kasus PHK Developer GTA 6 Memanas, Rockstar Kembali Klaim Punya Bukti Baru

Perselisihan antara Rockstar Games dan serikat pekerja IWGB belum juga mereda. Memasuki 2026, perkara pemecatan puluhan developer yang terlibat dalam pengembangan GTA 6 kembali menjadi perhatian utama di pengadilan ketenagakerjaan Inggris. Sorotan kali ini tertuju pada permintaan interim relief, yakni perlindungan sementara bagi para pekerja yang sudah dipecat dan tengah menempuh jalur hukum.

Kasus ini bukan sekadar sengketa internal perusahaan. Bagi IWGB, pemecatan yang terjadi pada 2025 itu diduga kuat berkaitan dengan upaya melemahkan organisasi pekerja, atau yang kerap disebut union busting. Serikat menilai langkah Rockstar tidak bisa dipandang sebagai tindakan disipliner biasa, karena dampaknya langsung menyasar sejumlah pekerja di Inggris dan Kanada yang terlibat dalam proyek besar perusahaan tersebut.

IWGB Desak Perlindungan Sementara untuk Pekerja yang Dipecat

Dalam proses yang sedang berjalan, IWGB mendorong pengadilan agar memberikan perlindungan sementara kepada para developer yang terdampak. Permintaan ini menjadi penting karena akan menentukan posisi mereka selama perkara utama belum diputuskan. Jika dikabulkan, para pekerja yang dipecat dapat memperoleh perlakuan hukum tertentu sambil menunggu hasil sidang berikutnya.

Serikat pekerja menegaskan bahwa pemecatan tersebut seharusnya dilihat dalam konteks hubungan industrial yang lebih luas. Mereka menilai tindakan terhadap puluhan developer itu memberi sinyal buruk bagi pekerja di industri game, terutama ketika isu kebebasan berorganisasi dan hak pekerja menjadi semakin relevan di perusahaan teknologi besar.

IWGB juga menggarisbawahi bahwa kasus ini memiliki dampak yang melampaui satu perusahaan. Menurut mereka, apa yang terjadi di Rockstar dapat menjadi preseden bagi perusahaan game lain yang menghadapi dinamika serupa antara manajemen dan pekerja.

Rockstar Bersikeras Pemecatan Terkait Kerahasiaan

Rockstar Games tetap bertahan pada pembelaannya. Perusahaan menyatakan bahwa keputusan memecat para karyawan diambil karena dugaan kebocoran informasi rahasia melalui kanal Discord publik yang dianggap tidak aman. Dalam pandangan Rockstar, kanal tersebut bisa diakses pihak di luar lingkaran internal perusahaan, sehingga risiko pelanggaran kerahasiaan dinilai terlalu besar.

Pihak perusahaan menolak anggapan bahwa langkah itu berkaitan dengan aktivitas serikat pekerja. Mereka menegaskan bahwa keputusan yang diambil murni didasarkan pada pelanggaran kebijakan internal, bukan karena keterlibatan karyawan dalam organisasi buruh.

Perbedaan tafsir inilah yang membuat konflik semakin sulit diredam. IWGB melihat ada motif menekan pengorganisasian pekerja, sementara Rockstar berupaya menempatkan kasus ini sebagai persoalan disiplin dan keamanan informasi semata.

Protes di Edinburgh dan London Jadi Titik Balik

Gelombang penolakan terhadap pemecatan itu sudah terlihat sejak akhir tahun lalu. Saat 34 karyawan Rockstar yang terlibat dalam pengembangan GTA VI diberhentikan, protes langsung muncul di depan kantor Rockstar North di Edinburgh dan Take-Two Interactive di London. Aksi tersebut memperlihatkan bahwa perkara ini tidak berhenti pada surat pemecatan, melainkan berkembang menjadi isu yang menyita perhatian publik dan komunitas pekerja.

Bagi IWGB, protes itu memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang lebih besar di balik keputusan perusahaan. Sementara itu, bagi Rockstar, demonstrasi tidak mengubah posisi mereka bahwa tindakan disipliner dilakukan karena pelanggaran aturan, bukan karena aktivitas serikat.

Sidang pekan ini menjadi tahap penting karena akan menentukan apakah permintaan interim relief dapat diterima atau tidak. Apa pun hasilnya, perkara ini jelas belum mencapai akhir. Di saat yang sama, perhatian publik juga terus tertuju pada nasib pengembangan GTA 6, proyek yang masih disebut belum sepenuhnya rampung dan kini ikut terbebani oleh sengketa ketenagakerjaan yang kian terbuka.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.