Pelaksana tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menuduh Israel berada di balik operasi Amerika Serikat (AS) yang mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Rodriguez menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan serangan Zionis terhadap Venezuela. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Rodriguez bersama sejumlah pejabat senior pemerintahan menegaskan tanggung jawab Israel atas agresi asing terhadap negaranya tanpa memberikan bukti konkret. Meskipun Maduro telah ditangkap, Rodriguez menyatakan bahwa status kepresidenannya tetap tidak berubah. Mahkamah Konstitusi Venezuela menunjuknya sebagai presiden sementara selama ketidakhadiran Maduro, menimbulkan ketidakpastian mengenai otoritas kekuasaan. Di tengah meningkatnya instabilitas politik, Rodriguez muncul bersama pejabat penting untuk menunjukkan soliditas elite penguasa. Presiden AS Donald Trump memberi pujian atas operasi tersebut, sementara Israel belum memberikan tanggapan atas tuduhan yang disampaikan oleh Rodriguez. Sebagai pendukung kemerdekaan Palestina, Venezuela seringkali bertentangan dengan sejumlah negara tetangganya yang lebih pro-Israel.
Venezuela Mengaku Israel Terlibat dalam Penangkapan Maduro





