Kejadian banjir dan longsor di Sumatra pada November 2025 menunjukkan urgensi pemanfaatan sains iklim dalam penanganan bencana hidrometeorologi, menurut Dr. I Putu Santikayasa, seorang ahli agrometeorologi dari IPB University. Dalam acara LRI TALK #3, Putu menyampaikan bahwa informasi dan analisis iklim sangat penting dalam mengurangi risiko bencana dan memperkuat ketahanan masyarakat. Dalam presentasinya, ia menggarisbawahi peran sains iklim dari fase prabencana hingga pascabencana dalam menghadapi bencana alam. Menurutnya, faktor-faktor seperti monsun Asia dan Australia, ENSO, IOD, siklon tropis, dan MJO mempengaruhi variabilitas iklim di Indonesia. Analisis Putu menunjukkan bahwa curah hujan ekstrem di Sumatra disebabkan oleh bibit siklon tropis di Selat Malaka, yang memicu banjir bandang dan longsor dengan dampak yang luas. Dengan memanfaatkan sains iklim, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan terhadap bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Fakta Iklim Ekstrem Banjir Sumatra 2025: Pembongkaran Pakar IPB





