Samsung mulai mengalami peningkatan dalam bisnis foundry mereka dengan perkembangan positif pada proses 4nm. Saat ini, perusahaan AI asal Amerika Serikat, Tsavorite Scalable Intelligence, telah memesan chip Omni Processing Unit yang dikembangkan oleh Samsung yang menyatukan CPU, GPU, dan memori dalam satu paket. Pesanan senilai lebih dari USD 100 juta ini menunjukkan bahwa Samsung mulai menarik minat pelanggan dengan stabilitas proses yang semakin membaik.
Yang menarik adalah, yield chip 4nm Samsung telah mencapai angka 70 persen, memberikan kesempatan bagi Samsung untuk menawarkan harga yang lebih kompetitif. Hal ini juga membantu Tsavorite dalam menekan biaya pengembangan AI mereka. Selain Tsavorite, Samsung juga menerima pesanan chip dari dua produsen perangkat mining asal China dan melakukan kesepakatan senilai USD 16,5 miliar dengan perusahaan mobil listrik, Tesla.
Meskipun pesanan dari Tsavorite masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan kapasitas produksi Samsung, namun ini menjadi momentum positif bagi bisnis foundry Samsung ke depan. Dengan tren stabilitas dan kepercayaan pelanggan yang terus meningkat, Samsung berpotensi mendekati target profit pada tahun 2026 dan lebih menguntungkan di tahun 2027. Semua ini menunjukkan bahwa Samsung memasuki fase yang lebih positif dalam bisnis foundry mereka.





