Setelah balapan sprint yang membosankan, para pembalap kembali berbaris di Sirkuit Internasional Losail. Max Verstappen, yang berada di urutan ketiga di grid, mengatakan tikungan pertama adalah kesempatan terbaik untuk menyerang. Dan janjinya terbukti, karena Verstappen berhasil mengalahkan Lando Norris dan memimpin balapan. Namun, kejadian menarik terjadi di lap 7 ketika terjadi senggolan antara Nico Hulkenberg dan Pierre Gasly yang berujung pada safety car. Hal ini memicu hampir seluruh tim untuk melakukan pit-stop yang diwajibkan. Namun, McLaren tetap berada di luar dan membuat Grand Prix Qatar menjadi pertarungan strategis yang menarik.
Meskipun McLaren mengklaim memiliki fleksibilitas, Verstappen dengan satu pit stop mampu memanfaatkan keunggulan ban medium dan hard dengan baik. Hasilnya, Verstappen meraih kemenangan ke-70 di F1 dan mengurangi defisit poin kejuaraan menjadi 12 poin. Verstappen mengaku bahwa balapan ini luar biasa dan keputusan tim untuk pit-stop saat safety car merupakan keputusan cerdas. Meskipun McLaren terus melaju tanpa pit-stop, Verstappen tetap tenang dan fokus.
Dalam perburuan gelar juara, Verstappen tetap optimis dan tidak terlalu khawatir. Dia menyatakan bahwa segalanya masih mungkin terjadi dan menantikan pertarungan terakhir di Abu Dhabi. Kemenangan ini memberikan semangat bagi Verstappen dan timnya, serta memperkuat posisinya dalam persaingan gelar juara dunia. Dengan performa yang kuat dan keputusan strategis yang tepat, Verstappen menunjukkan bahwa dia adalah pembalap yang patut diperhitungkan dalam balapan Formula 1.





