Penguasaan keterampilan Kecerdasan Buatan (AI) dan teknologi saja tidak akan memadai untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Dalam konteks transformasi digital, keberhasilan dan produktivitas tenaga kerja di Indonesia kini sangat dipengaruhi oleh kemampuan berbahasa Inggris. Menurut Pushkar Saran, talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing secara global di dalam ekosistem AI jika mereka memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang solid. Sebagian besar literatur serta kesempatan kolaborasi internasional dalam bidang AI biasanya pertama kali tersedia dalam Bahasa Inggris, sehingga penguasaan bahasa ini sangat penting.
Untuk mendukung inisiatif-inisiatif, seperti AI Talent Factory yang diprakarsai oleh pemerintah, integrasi pelatihan Bahasa Inggris ke dalam program-program nasional menjadi krusial. Pelatihan Bahasa Inggris yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja diyakini dapat meningkatkan efektivitas inisiatif-inisiatif tersebut. Kolaborasi dengan lembaga internasional seperti ETS, penyedia tes internasional seperti TOEIC dan TOEIC Link, dapat membantu individu mengukur kemampuan berbahasa Inggris mereka serta mempersiapkan mereka untuk bekerja dalam lingkungan profesional global.
Dengan mewujudkan Bahasa Inggris sebagai bagian terintegrasi dari pengembangan tenaga kerja digital, Indonesia dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih kompetitif, fleksibel, dan terkoneksi dengan tren inovasi di tingkat global. Langkah ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja yang ada, sebuah fokus yang semakin penting seiring dengan perubahan dinamika pasar tenaga kerja. Dengan demikian, penguasaan Bahasa Inggris dan ketrampilan AI menjadi kunci penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam menyikapi era ekonomi digital yang terus berkembang, Bahasa Inggris telah menjadi salah satu keterampilan utama yang mendukung produktivitas. Tes standar internasional, seperti TOEIC dan TOEIC Link, berperan penting dalam mengukur kemampuan Bahasa Inggris para profesional dan membantu perusahaan menjalankan proyek-proyek di tingkat global. Melalui tes ini, perusahaan dapat memahami dengan lebih baik kemampuan Bahasa Inggris karyawannya serta proses seleksi dan pengembangan talenta yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja modern.
Kolaborasi global menjadi semakin mudah dengan penguasaan Bahasa Inggris sebagai bahasa persatuan. Bahasa ini merupakan fondasi penting dalam membangun kerjasama antar negara serta menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bidang, termasuk penelitian AI, perdagangan internasional, dan mobilitas tenaga kerja. Untuk memperkuat kolaborasi tersebut, diperlukan langkah-langkah lintas sektor, mulai dari inklusi kemampuan Bahasa Inggris dalam program pelatihan nasional, penyesuaian kurikulum universitas, hingga investasi pelatihan Bahasa Inggris di perusahaan. Dengan demikian, Indonesia dapat terus bersaing secara global dalam era digital yang semakin canggih.





