Minat wisatawan Indonesia dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk pengalaman menginap terus meningkat, menurut SiteMinder’s Changing Traveller Report 2026. Riset global ini melibatkan 12.000 wisatawan dari 14 negara. Indonesia tercatat sebagai negara yang paling antusias dalam mengadopsi teknologi AI untuk kebutuhan menginap di hotel. Fitur berbasis AI yang paling menarik bagi responden termasuk rekomendasi instan, informasi objek wisata sekitar, dan kemudahan memesan fasilitas hotel melalui concierge digital.
Begitu juga dengan fitur contactless check in dan check out yang diminati oleh banyak responden. Teknologi kesehatan seperti sleep tracking dan pemantauan kualitas udara juga mendapat perhatian. Selain itu, fitur ramah lingkungan juga menarik minat banyak responden. Di sisi lain, lebih dari setengah wisatawan Indonesia menyebutkan bahwa ringkasan ulasan hotel berbasis AI sangat membantu dalam perencanaan perjalanan di tahun mendatang.
Selain itu, fitur pemantauan harga kamar dan perencanaan perjalanan yang dipersonalisasi juga menjadi perhatian utama. Perubahan perilaku wisatawan Indonesia juga bisa terlihat dari cara mereka mencari referensi akomodasi. Sekitar 38 persen responden lebih memilih untuk mencari referensi melalui online travel agency atau situs pemesanan. Meski hanya sedikit wisatawan yang menggunakan asisten AI, namun Indonesia tetap menjadi negara dengan angka tertinggi. Teknologi AI juga semakin terlihat pada tahap pemesanan, dengan Indonesia menjadi negara yang paling banyak menggunakan OTA.
Kecenderungan meningkatnya ketertarikan terhadap teknologi juga sejalan dengan keinginan wisatawan Indonesia untuk kembali bepergian. Sebanyak 51 persen wisatawan Indonesia memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berpergian dalam satu tahun ke depan, angka ini tertinggi secara global. Rencana perjalanan wisatawan Indonesia pada tahun 2026 cukup beragam, dengan sebagian besar lebih memilih untuk liburan ke luar negeri. Destinasi internasional yang paling diminati adalah Jepang, diikuti oleh Singapura dan Korea Selatan. Sedangkan untuk destinasi domestik, Pulau Jawa menjadi tujuan utama, diikuti Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara.
Selain itu, wisatawan Indonesia juga terbuka terhadap penggunaan AI untuk memantau pola pribadi demi mengurangi stres perjalanan. Dukungan terhadap personalisasi layanan hotel juga tinggi. Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar yang paling siap dalam menghadapi perkembangan teknologi perjalanan di masa mendatang.
AI Travel: Wisatawan Indonesia Mahir Teknologi





